MASAKINI.CO – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh mencari solusi terhadap harga udang vaname yang kini anjlok ditingkat petani tambak imbas dari penolakan ekspor udang dari Indonesia ke Amerika Serikat.
Penolakan itu karena produk Indonesia diduga mengandung bahan radioaktif sehingga tidak sesuai dengan standar keamanan pangan Amerika. Meski kasusnya ditelusuri berasal dari Banten, dampaknya juga dirasakan Aceh yang selama ini mengandalkan udang vaname sebagai komoditas ekspor unggulan.
Kepala DKP Aceh, Aliman, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mencari langkah yang tepat agar perdagangan internasional tidak terganggu.
“Karena ini menyangkut perdagangan internasional, kami sudah berkonsultasi dengan KKP. Mereka merespons cepat dan sedang mencari solusi serta melakukan tindakan semestinya,” kata Aliman kepada masakini.co, Selasa (16/9/2025).
Ia menjelaskan, DKP Aceh juga sedang memvalidasi data di lapangan terkait kondisi terkini terkait masa panen dan kapasitasnya. Data tersebut penting untuk mengarahkan ke mana hasil panen udang masyarakat tersebut setelah pasar ekspor berkurang.
Selain itu, pihaknya menyiapkan skema alternatif untuk mengalihkan penjualan ke pasar lokal maupun mitra dagang lainnya.
“Rencana hari ini kami akan mengadakan pertemuan dengan beberapa pihak yang mungkin dapat menyerap udang ini. Jadi tidak hanya mengandalkan pasar ekspor,” tambahnya.








Discussion about this post