MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Maret 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Mahasiswa USK Temukan Kasus PPOK dan TBC yang Selama Ini Tak Terdeteksi

Riska Zulfira by Riska Zulfira
14 Oktober 2025
in News
0
Mahasiswa USK Temukan Kasus PPOK dan TBC yang Selama Ini Tak Terdeteksi

Pemeriksaan gratis deteksi penyakit paru di Aceh Besar oleh dokter spesialis paru dan mahasiswa USK. | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah kasus gangguan paru teridentifikasi dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan yang digelar oleh Asian Medical Students’ Association Universitas Syiah Kuala (AMSA-USK) di Gampong Lamsidaya, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Pemeriksaan yang menjadi bagian dari program Airway Examination & Respiratory Observation (AERO) ini berhasil menemukan sembilan kasus gangguan paru, termasuk dua kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dua asma, satu tuberkulosis aktif, serta beberapa gangguan pernapasan lainnya.

RelatedPosts

122 Armada Dikerahkan, Pemerintah Aceh Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Gratis

Awardee BIB Aceh Salurkan 65 Paket Makanan kepada Warga di Bulan Ramadan

100 Armada Disiapkan untuk Mudik Gratis dari Banda Aceh

“Kami menemukan beberapa warga dengan gejala PPOK yang mereka anggap hanya batuk biasa. Padahal, itu tanda awal penyakit paru kronis yang berbahaya,” kata Ketua Department Community Outreach AMSA-USK, Muhammad Hafizh Riski Abdika, Selasa (14/10/2025).

PPOK merupakan penyakit paru progresif akibat paparan asap rokok dan polusi udara. Data WHO menyebut, penyakit ini menempati peringkat ketiga penyebab kematian terbesar di dunia dengan lebih dari 3,2 juta kasus setiap tahun. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 4,5 persen populasi dewasa, namun hanya sekitar 30 persen yang terdiagnosis secara medis.

Fenomena serupa terlihat di Aceh. Banyak masyarakat masih menganggap gejala seperti batuk berdahak, sesak ringan, atau cepat lelah sebagai hal sepele. “Inilah mengapa kami datang langsung ke desa, karena tidak semua masyarakat punya akses untuk berkonsultasi dengan dokter paru,” tambah Hafizh.

Sebanyak 53 warga mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 38 orang dewasa menjalani pemeriksaan paru lengkap, mulai dari pengukuran saturasi oksigen, peak flow meter, hingga USG thoraks untuk mendeteksi kelainan paru yang tidak bisa dilihat melalui pemeriksaan dasar.

Pemeriksaan dilakukan oleh lima dokter spesialis paru dan sepuluh dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) dari RSUD Dr. Zainoel Abidin dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Para dokter memberikan pemeriksaan langsung dan edukasi medis agar masyarakat memahami kondisi paru mereka.

“Sebagian besar warga mengaku baru pertama kali diperiksa oleh dokter spesialis. Ada yang terkejut karena hasilnya menunjukkan gangguan paru menahun,” kata Hafizh.

Tak hanya bagi orang dewasa, AMSA-USK juga merancang pameran edukasi interaktif bagi anak-anak. Melalui permainan dan media visual, anak-anak diajarkan cara menjaga paru-paru, bahaya asap rokok, dan pentingnya udara bersih.

“Kami ingin kesadaran itu tumbuh sejak kecil. Anak-anak harus tahu bahwa paru-paru mereka harus dijaga seperti halnya jantung,” ujar Hafizh.

Minimnya kesadaran dan akses kesehatan menjadi akar dari keterlambatan diagnosis penyakit paru di Aceh. Banyak masyarakat yang masih bergantung pada pengobatan tradisional atau menunggu gejala memburuk sebelum ke rumah sakit.

“Jadi masyarakat harus lebih waspada terhadap gejala penyakit paru dan mengbil langkah preventif untuk menjaga kesehatan,” pungkasnya.

Tags: Kedokteran USKPPOKTBC
Previous Post

Duo Mahal Liga Inggris Mandul di Timnas Swedia

Next Post

Ketua Dekranasda Aceh Besar Ajak Pelaku UMKM Miliki Legalitas Usaha

Related Posts

Banda Aceh Raih ADINKES Award 2025 Atas Keberhasilan Tangani AIDS, TBC, dan Malaria

by Ulfah
22 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO – Kota Banda Aceh menerima penghargaan bergengsi ADINKES Award 2025 dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) atas keberhasilannya...

USK Luluskan 16 Dokter Spesialis, Satu Diantaranya Catatkan Sejarah Sebagai Lulusan Perdana Kardiologi

USK Luluskan 16 Dokter Spesialis, Satu Diantaranya Catatkan Sejarah Sebagai Lulusan Perdana Kardiologi

by Redaksi
26 April 2022
0

MASAKINI.CO - Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) meyudisium 2 magister dan melantik 16 dokter spesialis. Kegiatan ini berlangsung...

Kasus TBC di Indonesia Tinggi, Terbesar Ketiga di Dunia

by Masa Kini
21 Juli 2020
0

MASAKINI.CO - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengingatkan jika Indonesia masuk dalam peringkat tiga besar dunia terkait jumlah penderita tuberkolosis. Hal...

Next Post
Ketua Dekranasda Aceh Besar Ajak Pelaku UMKM Miliki Legalitas Usaha

Ketua Dekranasda Aceh Besar Ajak Pelaku UMKM Miliki Legalitas Usaha

Barcelona Lepas Lewandowski? Istri Klaim Sang Striker Masih Bugar!

Discussion about this post

CERITA

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co