MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) di beberapa wilayah Aceh. Peringatan ini disampaikan melalui rilis resmi bernomor B/ME.02.04/047/KBTJ/XI/2025 sebagai langkah mitigasi menghadapi fenomena pasang maksimum air laut.
Kepala BMKG Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa potensi banjir rob dipicu oleh fenomena Perigee, yaitu saat posisi bulan berada paling dekat dengan bumi, yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama pada 4 Desember 2025.
“Kondisi ini dapat memicu peningkatan tinggi air laut secara signifikan dan berdampak pada aktivitas masyarakat pesisir,” ujar Nasrol, Rabu (3/12/2025).
Berdasarkan pemantauan muka air laut dan prediksi pasang surut, BMKG menyebutkan bahwa ketinggian air laut berpotensi berada pada kategori sedang, yakni 1,25 hingga 2,5 meter, bahkan mencapai kategori tinggi sekitar 2,5 hingga 4 meter. Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko bagi kawasan yang berada dekat garis pantai.
Nasrol menambahkan, banjir rob dapat mengganggu berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas harian di kawasan permukiman pesisir, hingga operasional tambak garam serta usaha perikanan darat. “Kami meminta masyarakat tetap siaga dan memantau perkembangan informasi resmi BMKG,” katanya.
Dalam lampiran rilis tersebut, BMKG merinci sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak pada periode 5–10 Desember 2025. Lokasinya meliputi pesisir Kota Meulaboh, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Timur, hingga Aceh Utara.
Menurut BMKG, wilayah-wilayah tersebut berada pada jalur pasang maksimum yang berpotensi memicu limpasan air laut ke permukiman. Oleh karena itu, masyarakat di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat aktivitas pasang mencapai puncaknya.










Discussion about this post