MASAKINI.CO – Bek Barcelona, Mario Pineida meninggal dunia setelah ditembak oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor di Kota Guayaquil, Ekuador, di tengah peningkatan kekerasan di daerah tersebut. Mantan pemain timnas Ekuador itu ditembak saat berdiri di depan toko bersama ibunya dan seorang wanita lainnya.
Kepolisian Ekuador mengkonfirmasi bahwa Pineida tewas akibat luka tembak yang dideritanya. Selainnya, satu orang lain yang tidak diidentifikasi juga tewas, dan satu orang lagi terluka dalam penembakan tersebut. Pemain yang berusia 33 tahun itu meninggalkan kesan mendalam di dunia sepak bola.
Klubnya, Barcelona SC, memberikan penghormatan kepada Pineida hari Kamis. “Kamu akan selalu memiliki tempat khusus di hati penggemar FC Barcelona, Marito, kamu meraihnya dengan segala yang kamu berikan. Terima kasih atas segalanya, kita merindukanmu. Selamanya Mario,” ungkap klub tersebut.
Pineida memulai karir profesionalnya di Independiente DV sebelum bergabung dengan Barcelona SC pada 2016. Dia juga pernah membela timnas senior Ekuador sebanyak sembilan kali antara tahun 2014 dan 2021.
Kematian Pineida semakin menyoroti krisis kekerasan yang memburuk di Guayaquil, kota paling berbahaya di Ekuador. “Hanya dalam periode Januari hingga September tahun ini, kota tersebut mencatat 1.900 kasus pembunuhan,” mengutip gazettengr, Jumat (19/12/2025).
Pada bulan September, tiga pemain sepak bola kasta kedua tewas di kota itu, sedangkan satu pemain lokal terluka akibat penembakan pada bulan Oktober.
Klub raksasa Spanyol, Real Madrid juga menyampaikan belasungkawa. “Real Madrid, presiden, dan Dewan Pengurus dengan mendalam menyesal atas kematian Mario Pineida, pemain BarcelonaSC. Kami sampaikan belasungkawa kepada klubnya, keluarga, dan semua yang dicintainya. Beristirahatlah damai,” ujar klub tersebut.










Discussion about this post