MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

18 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Belajar di Tenda

Riska Zulfira by Riska Zulfira
5 Januari 2026
in News
0

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti didampingi Plt Kadisdik Aceh, Murthalamuddin (kanan) saat selesai menjadi pembina dalam upacara di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang | foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sebanyak 18 sekolah di Aceh terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat setelah fasilitas pendidikan mereka rusak akibat bencana banjir dan longsor. Kondisi ini terjadi meski sebagian besar sekolah terdampak sudah kembali beroperasi hari ini, Senin (5/1/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengatakan, penggunaan tenda dilakukan sebagai solusi sementara agar proses belajar siswa tidak terhenti.

RelatedPosts

Jaksa Tuntut 16 Tahun 8 Bulan Penjara untuk Ayah Tiri Pelaku Pemerkosaan Anak

Satpol PP-WH Banda Aceh Beri Pembinaan kepada Pasangan Muda-Mudi di Kawasan Rawan Pelanggaran Syariat

Pembuangan Sampah Sembarangan Masih Marak di Aceh Besar

“Hingga hari ini sudah 18 tenda yang sudah terpasang, ami akan terus berupaya menghadirkan sekolah darurat bagi siswa yang saat ini masih belajar di tenda,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau sekolah terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan sekitar 90 persen atau 2.468 sekolah di Aceh telah kembali beroperasi pascabencana. Sementara itu, 288 sekolah lainnya masih dalam tahap pembersihan akibat kerusakan yang ditimbulkan banjir dan longsor.

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah telah menyiapkan skema penanganan berdasarkan tingkat kerusakan sekolah. Untuk sekolah yang diperkirakan dapat pulih dalam waktu hingga tiga bulan, pembelajaran dilakukan menggunakan tenda.

Sedangkan sekolah yang membutuhkan waktu lebih dari enam bulan akan dibangun ruang kelas darurat.

“Kami sudah menyiapkan 46 ruang kelas darurat, 32 unit di antaranya sudah disalurkan dan sedang dalam proses pembangunan. Kami harapkan dalam satu hingga dua bulan ke depan bisa digunakan,” katanya.

Selain sarana belajar, pemerintah juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa terdampak. Di Aceh Tamiang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyalurkan secara simbolis 2.000 paket bantuan agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Abdul Mu’ti juga menyebutkan, sebagian siswa belum mengenakan seragam sekolah karena perlengkapan mereka rusak atau hanyut saat bencana. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk tetap datang ke sekolah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin menyatakan, sekolah diberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan pembelajaran. Jam belajar dapat disesuaikan dengan kondisi, mengingat tidak semua ruang kelas dan fasilitas telah siap digunakan.

“Yang terpenting anak-anak tetap sekolah. Seragam tidak menjadi keharusan saat ini,” ujarnya.

Pemerintah Aceh bersama kementerian terkait juga terus mempercepat pembersihan lumpur dan perbaikan fasilitas pendidikan dengan mengerahkan alat berat dan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat, guna mempercepat pemulihan sekolah-sekolah terdampak bencana.

“Kira-kira dua Minggu ini semua kursi dan meja akan diganti dengan yang baru,” terangnya.

Tags: MendikdasmenPemulihan Pendidikan AcehPendidikan Pascabencanasekolah darurat AcehSekolah di TendaSekolah Rusak banjirSekolah Terdampak Bencana
Previous Post

Bergaji Sekitar 6,9 Miliar Sepekan, Salah Akan Tetap di Liverpool

Next Post

Aceh Berstatus Provinsi dengan Inflasi Tertinggi di Indonesia Tembus 6,71 Persen

Related Posts

Mendikdasmen Tinjau Persiapan TKA di SMPN 2 Peudada Bireuen

by Riska Zulfira
11 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, meninjau persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di UPTD...

Program Revitalisasi Sekolah 2026 Mulai Jalan, 72 Sekolah di Pidie Jaya Dapat Rp86,7 Miliar

by Riska Zulfira
10 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 mulai direalisasikan pemerintah. Di Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 72 sekolah terdampak bencana...

Harapan Kuliah yang Terkubur

by Riska Zulfira
30 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Langkah Asmaul Husna pelan saat ia berjalan pulang dari sekolah sore itu. Tak ada seragam putih abu-abu yang...

Next Post
Harga Emas Melonjak Drastis, Warga Aceh Kini Terhimpit Utang

Aceh Berstatus Provinsi dengan Inflasi Tertinggi di Indonesia Tembus 6,71 Persen

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Pasutri di Bener Meriah

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co