MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, September 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

18 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Belajar di Tenda

Riska Zulfira by Riska Zulfira
5 Januari 2026
in News
0

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti didampingi Plt Kadisdik Aceh, Murthalamuddin (kanan) saat selesai menjadi pembina dalam upacara di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang | foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sebanyak 18 sekolah di Aceh terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat setelah fasilitas pendidikan mereka rusak akibat bencana banjir dan longsor. Kondisi ini terjadi meski sebagian besar sekolah terdampak sudah kembali beroperasi hari ini, Senin (5/1/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengatakan, penggunaan tenda dilakukan sebagai solusi sementara agar proses belajar siswa tidak terhenti.

RelatedPosts

Perkim Banda Aceh Bangun Drainase Baru, Pango Raya dan Lamjabat Rampung Dikerjakan

Pulau Weh Jadi Laboratorium Lapangan Peneliti Asia, Bahas Teknologi Laut Hadapi Perubahan Iklim

Polda Aceh Musnahkan 49.627 Pil Ekstasi dan Ribuan Cartridge Vape Berisi Etomidate

“Hingga hari ini sudah 18 tenda yang sudah terpasang, ami akan terus berupaya menghadirkan sekolah darurat bagi siswa yang saat ini masih belajar di tenda,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau sekolah terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan sekitar 90 persen atau 2.468 sekolah di Aceh telah kembali beroperasi pascabencana. Sementara itu, 288 sekolah lainnya masih dalam tahap pembersihan akibat kerusakan yang ditimbulkan banjir dan longsor.

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah telah menyiapkan skema penanganan berdasarkan tingkat kerusakan sekolah. Untuk sekolah yang diperkirakan dapat pulih dalam waktu hingga tiga bulan, pembelajaran dilakukan menggunakan tenda.

Sedangkan sekolah yang membutuhkan waktu lebih dari enam bulan akan dibangun ruang kelas darurat.

“Kami sudah menyiapkan 46 ruang kelas darurat, 32 unit di antaranya sudah disalurkan dan sedang dalam proses pembangunan. Kami harapkan dalam satu hingga dua bulan ke depan bisa digunakan,” katanya.

Selain sarana belajar, pemerintah juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa terdampak. Di Aceh Tamiang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyalurkan secara simbolis 2.000 paket bantuan agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Abdul Mu’ti juga menyebutkan, sebagian siswa belum mengenakan seragam sekolah karena perlengkapan mereka rusak atau hanyut saat bencana. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk tetap datang ke sekolah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin menyatakan, sekolah diberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan pembelajaran. Jam belajar dapat disesuaikan dengan kondisi, mengingat tidak semua ruang kelas dan fasilitas telah siap digunakan.

“Yang terpenting anak-anak tetap sekolah. Seragam tidak menjadi keharusan saat ini,” ujarnya.

Pemerintah Aceh bersama kementerian terkait juga terus mempercepat pembersihan lumpur dan perbaikan fasilitas pendidikan dengan mengerahkan alat berat dan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat, guna mempercepat pemulihan sekolah-sekolah terdampak bencana.

“Kira-kira dua Minggu ini semua kursi dan meja akan diganti dengan yang baru,” terangnya.

Tags: MendikdasmenPemulihan Pendidikan AcehPendidikan Pascabencanasekolah darurat AcehSekolah di TendaSekolah Rusak banjirSekolah Terdampak Bencana
Previous Post

Bergaji Sekitar 6,9 Miliar Sepekan, Salah Akan Tetap di Liverpool

Next Post

Aceh Berstatus Provinsi dengan Inflasi Tertinggi di Indonesia Tembus 6,71 Persen

Related Posts

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 59 Sekolah di Simeulue

by Ahlul Fikar
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Aceh, yang telah...

571 Ribu Murid Terdampak Karhutla, Kemendikdasmen Perluas Pembelajaran Jarak Jauh

by Riska Zulfira
23 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 571.338 murid di Kalimantan kini mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan...

Mendikdasmen Perluas Sekolah Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus

by Riska Zulfira
24 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah memperluas layanan pendidikan inklusif agar anak berkebutuhan...

Next Post
Harga Emas Melonjak Drastis, Warga Aceh Kini Terhimpit Utang

Aceh Berstatus Provinsi dengan Inflasi Tertinggi di Indonesia Tembus 6,71 Persen

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Pasutri di Bener Meriah

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co