MASAKINI.CO – Masa menopause bukan hanya sekadar fase alami dalam kehidupan wanita, yang menandai berakhirnya masa reproduksi. Dalam fase menopause hormon akan berubah, metabolisme tubuh melambat, bahkan lemak dalam tubuh juga dapat mengganggu kondisi tubuh seseorang.
Kondisi seperti ini dapat mempengaruhi munculnya kanker seperti di payudara, ovarium, dan endometrium.
Dikutip dari Times of India, analisi NHANES tahun 2025, lebih dari 8.000 wanita mengalami menopause dini yaitu usia di bawah 45 tahun. Secara signifikan kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker serviks, ovarium dan Rahim.
Menurut Dr Manisha Arora, Director & Unit Head, Obstetrics & Gynaecology, Max Hospital, Gurugram Told TOI Healt, setelah menopause keseimbangan hormon estrogen dan progesteron berubah secara signifikan. Jaringan utama menjadi sumber utama estrogen dapat memicu kanker yang sensitive terhadap hormon.
“Kanker yang paling umum ditemukan pada wanita menopause meliputi kanker payudara, endometrium (rahim), ovarium, kolorektal, dan paru-paru,” sebut Manisha.
Gejala Kanker Setelah Manopause
Berikut beberapa tanda-tanda yang sering diabaikan wanita setelah manopause yang dapat mengindikasikan kanker stadium awal.
- Segala bentuk pendarahan atau bercak pada vagina setelah manopause.
- Perut kembung terus menerus, nyeri panggul, atau merasa cepat kenyang.
- Penurunan berat badan atau kelelahan yang tidak dapat dijelaskan.
- Perubahan kebiasaan buang air besar atau buang air kecil.
- Benjolan pada payudara, perubahan kulit atau keluarnya cairan dari putting.
- Batuk terus menerus atau sesak napas.










Discussion about this post