MASAKINI.CO – Tradisi unik datang dari negara Oman. Setiap tahunnya, negara ini menyelenggarakan kontes kecantikan unta.
Kontes kecantikan unta merupakan tradisi budaya yang mengakar kuat di Oman dan sebagian besar wilayah Teluk, di mana kompetisi ini memiliki prestise yang signifikan dan dapat memberikan hadiah uang yang besar.
Namun sayangnya, pada kontes tahun ini, hampir 20 unta didiskualifikasi setelah inspektur menemukan bahwa hewan-hewan tersebut telah menerima suntikan botox dan peningkatan kosmetik lainnya.
Menurut inspektur kontes, ini adalah contoh terbaru dari kecurangan dan mengguncang tradisi yang sangat memperhatikan estetika hewan di seluruh Semenanjung Arab.
Para inspektur di kompetisi tersebut menandai unta-unta setelah menentukan bahwa penampilan mereka telah diubah secara artifisial. Ini adalah sebuah pelanggaran langsung terhadap peraturan kontes yang secara tegas melarang penggunaan zat kosmetik untuk mempercantik penampilan hewan. Alhasil, unta-unta yang didiskualifikasi dicabut haknya sebelum penjurian dapat diselesaikan.
Dilansir dari Audacy, Selasa (3/3/2026), juri biasanya menilai unta berdasarkan bentuk kepala, leher, punuk, dan bibir mereka. Namun, beberapa pemiliknya mencoba manipulasi menggunakan filler, botox, dan zat lainnya untuk mencapai penampilan yang lebih menarik.
Praktik mempercantik unta secara kosmetik bukanlah hal baru di wilayah ini. Diskualifikasi serupa telah terjadi di kompetisi bergengsi di Arab Saudi, di mana penyelenggara Festival Unta Raja Abdulaziz berulang kali mendiskualifikasi hewan yang ditemukan telah menerima perawatan kosmetik.
Acara tersebut salah satu festival unta terbesar di dunia, telah menyaksikan puluhan unta didiskualifikasi dalam beberapa tahun terakhir karena penyelenggara telah memperketat pengawasan dengan inspeksi dokter hewan.
Para pejabat di Oman tidak secara terbuka mengkonfirmasi apakah pemilik unta yang didiskualifikasi menghadapi hukuman tambahan selain kehilangan kelayakan, dan tidak ada cedera pada hewan yang dilaporkan terkait dengan peningkatan hukuman tersebut.
Diskualifikasi tersebut menyoroti sejauh mana beberapa peserta akan berusaha untuk meraih kemenangan dalam acara-acara yang menggabungkan warisan budaya, kebanggaan nasional, dan persaingan yang serius.
Penyelenggara semakin sering menggunakan ahli veteriner dan protokol inspeksi untuk menjaga agar kontes dan unta-unta tetap berada dalam kondisi yang adil.









Discussion about this post