MASAKINI.CO – Tiga penyuluh agama Islam asal Kabupaten Pidie, Aceh, berhasil menembus kancah nasional melalui kontribusi dalam buku antologi Menjaga Merah Putih Nusantara yang resmi diluncurkan pada Jumat, 17 April 2026. Ketiganya adalah Tgk. Mukhlisuddin, Dr. Tgk. Ahyar, dan Tgk. Azmi Abubakar.
Peluncuran buku yang melibatkan 39 penulis dari seluruh Indonesia itu digelar bertepatan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pena Dai Nusantara ke-I di Wisata Padi Park. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Subdirektorat Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama RI, Jamaluddin Marky.
Jamaluddin menegaskan bahwa kehadiran buku ini menjadi bukti peran strategis penyuluh agama sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Ia menilai, para penyuluh tidak hanya menjalankan fungsi dakwah, tetapi juga mampu membangun narasi keilmuan yang memperkuat persatuan bangsa.
“Buku ini menunjukkan bahwa penyuluh agama mampu mendokumentasikan praktik moderasi beragama sekaligus menjaga harmoni sosial. Ini kontribusi nyata bagi Indonesia,” katanya, Seni (20/4/2026).
Salah satu penulis, Tgk. Mukhlisuddin, menyampaikan bahwa keterlibatan penyuluh dari daerah dalam karya nasional ini menjadi langkah penting dalam menyuarakan pengalaman lapangan, khususnya dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Menurutnya, buku tersebut tidak sekadar menjadi bacaan, tetapi diharapkan mampu menjadi rujukan praktis dalam memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan persatuan di masyarakat.
Buku Menjaga Merah Putih Nusantara sendiri merupakan karya reflektif-akademik yang mengangkat praktik moderasi beragama dari 13 provinsi di Indonesia. Kehadirannya dinilai strategis sebagai referensi bagi penyuluh, akademisi, hingga masyarakat luas dalam merawat kebhinekaan dan memperkuat harmoni sosial di tingkat nasional.








Discussion about this post