MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, November 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Bahasa Daerah di Ambang Kepunahan

Riska Zulfira by Riska Zulfira
28 April 2026
in News
0

Ilustrasi Bahasa Daerah

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ancaman kepunahan bahasa daerah menjadi perhatian serius pemerintah, terutama di tengah minimnya penggunaan oleh generasi muda. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya upaya konkret untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tidak hilang ditelan zaman.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyebut pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari generasi muda sebagai pengguna utama di masa depan. Tanpa keterlibatan mereka, bahasa daerah berisiko kehilangan penutur secara perlahan.

RelatedPosts

Harga Emas Perhiasan Melonjak Rp140 Ribu per Mayam Hari Ini

BPJS Ketenagakerjaan Bidik 3.000 Penerima Manfaat JKK-JKM di Aceh untuk Program PEKA

Terima Gelar Doktor Kehormatan, Yusril Diharapkan Dukung Penguatan Kekhususan Aceh

“Pelestarian bahasa daerah perlu terus didorong melalui penguatan vitalitasnya kepada generasi muda agar tingkat kepunahan dapat ditekan,” ujar Hafidz dalam kegiatan strategis di Banda Aceh, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, upaya ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas untuk memastikan bahasa daerah tetap hidup dalam praktik sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun sosial.

Selain pelestarian bahasa daerah, Hafidz juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ia menilai, masih banyak penggunaan bahasa di ruang publik yang belum sesuai kaidah, sehingga perlu dibenahi secara bersama.

Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Aceh seperti IAIN Takengon, UIN Ar-Raniry, dan Universitas Syiah Kuala. Kolaborasi ini mencakup penguatan riset kebahasaan, pengembangan bahan ajar, hingga program revitalisasi bahasa daerah yang melibatkan mahasiswa dan dosen.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, menyatakan pihaknya siap memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan program pelestarian bahasa daerah berjalan efektif.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan kinerja dan memperluas kolaborasi agar bahasa daerah tetap terjaga dan digunakan oleh generasi muda,” ujarnya.

Tags: Kepunahan bahasapelestarianpenutur muda
Previous Post

UBBG–KKK Gelar Simulasi Bencana, Uji Kesiapan Banda Aceh Sambut HKBN 2026

Next Post

Begini Cara Evakuasi yang Benar Saat Terjadi Bencana

Related Posts

No Content Available
Next Post

Begini Cara Evakuasi yang Benar Saat Terjadi Bencana

Dugaan Kekerasan di Daycare Banda Aceh, Owner: Tiga Karyawan Sudah Kami Pecat

Dugaan Kekerasan di Daycare Banda Aceh, Owner: Tiga Karyawan Sudah Kami Pecat

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co