MASAKINI.CO – Ancaman kepunahan bahasa daerah menjadi perhatian serius pemerintah, terutama di tengah minimnya penggunaan oleh generasi muda. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya upaya konkret untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tidak hilang ditelan zaman.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyebut pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari generasi muda sebagai pengguna utama di masa depan. Tanpa keterlibatan mereka, bahasa daerah berisiko kehilangan penutur secara perlahan.
“Pelestarian bahasa daerah perlu terus didorong melalui penguatan vitalitasnya kepada generasi muda agar tingkat kepunahan dapat ditekan,” ujar Hafidz dalam kegiatan strategis di Banda Aceh, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, upaya ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas untuk memastikan bahasa daerah tetap hidup dalam praktik sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun sosial.
Selain pelestarian bahasa daerah, Hafidz juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ia menilai, masih banyak penggunaan bahasa di ruang publik yang belum sesuai kaidah, sehingga perlu dibenahi secara bersama.
Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Aceh seperti IAIN Takengon, UIN Ar-Raniry, dan Universitas Syiah Kuala. Kolaborasi ini mencakup penguatan riset kebahasaan, pengembangan bahan ajar, hingga program revitalisasi bahasa daerah yang melibatkan mahasiswa dan dosen.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, menyatakan pihaknya siap memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan program pelestarian bahasa daerah berjalan efektif.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan kinerja dan memperluas kolaborasi agar bahasa daerah tetap terjaga dan digunakan oleh generasi muda,” ujarnya.







Discussion about this post