MASAKINI.CO – Kesiapan Banda Aceh sebagai tuan rumah Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2026 mulai diuji. Lembaga Kolaborasi Kita Kreatif (KKK) bersama Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) menggelar simulasi kebencanaan, Selasa (28/4/2026), sebagai bagian dari agenda nasional peningkatan kesiapsiagaan.
Koordinator urusan kebencanaan KKK, Sayed Yunus, menegaskan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang melibatkan berbagai institusi pendidikan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Ini bagian dari peringatan kebencanaan berskala nasional. Apalagi tahun 2026 Banda Aceh menjadi tuan rumah, sehingga kesiapan semua elemen menjadi penting,” ujarnya.
Ia menyebut, kolaborasi dengan UBBG dinilai strategis karena kampus tersebut memiliki program studi yang berkaitan langsung dengan kebencanaan, sehingga pelaksanaan simulasi lebih terarah dan relevan.
“Program studi di UBBG sinkron dengan agenda ini, jadi simulasi tidak hanya seremonial, tapi juga berbasis keilmuan,” katanya.
KKK, lanjut Sayed, selama ini aktif mengedukasi masyarakat melalui simulasi kebencanaan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
“Ini kegiatan rutin. Kita pernah kolaborasi dengan TK, SD, hingga SMP. Tujuannya membangun kesiapsiagaan sejak dini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Program Studi Keperawatan UBBG, Gadis Halizasia, menegaskan simulasi ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum, khususnya pada mata kuliah keperawatan bencana.
“Kegiatan ini memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menangani situasi darurat, terutama pada kelompok rentan,” ujarnya.
Ia menekankan, penanganan bencana tidak hanya berfokus pada korban dewasa, tetapi juga pada kelompok disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak yang membutuhkan pendekatan khusus.
“Mahasiswa harus paham bagaimana menghadapi dan menangani kelompok rentan dalam kondisi bencana,” katanya.
Simulasi ini turut melibatkan tim pemadam kebakaran, sebagai upaya memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanganan bencana. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan sumber daya manusia menghadapi potensi bencana di Banda Aceh.










Discussion about this post