MASAKINI.CO – Kepala Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Gadis Halizasia, memaparkan tahapan evakuasi yang benar saat bencana melalui simulasi kebencanaan yang digelar bersama Kolaborasi Kita Kreatif (KKK), Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, langkah pertama yang harus dilakukan saat gempa terjadi adalah tidak panik dan tetap berada di dalam ruangan dengan mencari titik aman. Tindakan ini penting untuk menghindari risiko tertimpa benda saat guncangan masih berlangsung.
“Ketika bunyi serune tiga kali per 30 detik, mereka bersembunyi dulu di tempat aman di dalam kelas,” ujarnya.
Setelah guncangan berhenti, proses evakuasi baru dilakukan secara terarah. Mahasiswa diarahkan keluar ruangan melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan, yakni tangga darurat, guna menghindari risiko yang dapat terjadi jika menggunakan lift.
Selanjutnya, seluruh peserta diarahkan menuju titik kumpul di area terbuka, yaitu lapangan kampus. Di lokasi ini, proses pendataan dilakukan untuk memastikan seluruh penghuni gedung telah keluar dengan selamat.
Tahapan evakuasi tidak berhenti pada penyelamatan diri. Tim siaga yang terdiri dari tim triase dan tim keperawatan kembali memasuki gedung untuk melakukan pengecekan ulang, memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam bangunan.
Korban yang ditemukan kemudian dievakuasi ke luar gedung untuk mendapatkan penanganan awal. Dalam proses ini, tim keperawatan melakukan triase guna menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat keparahan kondisi korban.
“Lalu korban dibawa lari ke bawah jika ada yang tertinggal, kemudian mereka obati korban yang terluka oleh tim keperawatannya,” lanjutnya.
Selain itu, evakuasi juga harus memperhatikan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, yang membutuhkan penanganan khusus dalam situasi darurat.
Setelah seluruh rangkaian evakuasi dan penanganan selesai, kegiatan diakhiri dengan evaluasi untuk mengidentifikasi kekurangan serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di masa mendatang.










Discussion about this post