MASAKINI.CO – Upaya mempercepat penguasaan teknologi kelautan Indonesia mendapat dorongan melalui program internasional. Program ODA Korea-Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC) kembali memberangkatkan peserta Indonesia ke Korea Selatan untuk menyerap langsung praktik terbaik di sektor kelautan dan perikanan.
Program yang didanai pemerintah Korea Selatan ini telah diakui sebagai bagian dari UN Ocean Decade, sekaligus menjadi contoh kolaborasi strategis antarnegara dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan laut modern.
Sebanyak 10 peserta terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari mahasiswa dari UNDIP, IPB, UGM, dan ITB hingga perwakilan pemerintah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Selama tujuh hari, 26 April hingga 2 Mei 2026, peserta mengikuti rangkaian kunjungan intensif ke fasilitas maritim unggulan di Korea Selatan. Mereka meninjau langsung kapal riset Pukyong National University, fasilitas Korea Institute of Ocean Science and Technology di Busan dan Geoje, hingga pembangkit listrik tenaga pasang surut di Danau Sihwa.
Kunjungan ini tidak hanya bersifat observatif, tetapi juga menjadi ruang belajar praktis mengenai integrasi teknologi, riset, dan kebijakan dalam pengelolaan sumber daya laut.
Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya, Deputi Sumber Daya Maritim, Cahyadi Rasyid, menilai pengalaman tersebut membuka perspektif baru bagi Indonesia dalam mengembangkan sektor kelautan.
“Program ini memberi pemahaman nyata tentang bagaimana teknologi dan kebijakan kelautan yang maju dapat diadaptasi di Indonesia,” ujarnya.
Selain memperkuat aspek teknis, program ini juga diarahkan untuk mencetak Early Career Ocean Professional (ECOP) yang siap mendorong inovasi di sektor kelautan nasional.
KIOTEC juga memadukan pembelajaran teknis dengan pengenalan budaya, sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan.










Discussion about this post