MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai memperluas pembangunan infrastruktur yang ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melengkapi pedestrian baru dengan guiding block atau jalur pemandu bagi tunanetra.
Kepala Dinas PUPR Banda Aceh, Rulli Syahreza melalui Kepala Bidang Bina Marga, Misqal Novio Reeza mengatakan fasilitas tersebut kini menjadi bagian penting dalam setiap pembangunan trotoar di Kota Banda Aceh.
“Pedestrian yang baru kita bangun sudah kita lengkapi guiding block. Jalur warna kuning itu memang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas netra,” kata Misqal, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah kawasan yang telah memiliki pedestrian dengan fasilitas tersebut di antaranya Jalan Hasan Saleh kawasan Neusu, Jalan Hasan Dek, hingga Jalan Teuku Chik Thayeb Peureulak di Lamprit.
Menurut Misqal, pembangunan trotoar saat ini tidak hanya menitikberatkan pada keindahan kota, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat menggunakan fasilitas publik dengan aman dan nyaman.
PUPR Banda Aceh juga berencana menambah pedestrian ramah disabilitas di kawasan Rukoh. Nantinya, jalur pejalan kaki di kawasan tersebut akan dilengkapi guiding block seperti di sejumlah titik lain yang sudah dibangun lebih dulu.
“Kawasan Rukoh juga masuk dalam rencana penambahan pedestrian lengkap dengan guiding block,” ujarnya.
Meski terus melakukan peningkatan fasilitas jalan dan pedestrian, Misqal mengakui pembangunan infrastruktur pendukung lain seperti lampu penerangan jalan masih terkendala keterbatasan anggaran.
Saat ini, kata dia, pemerintah kota masih memprioritaskan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan agar pengerjaan infrastruktur dasar dapat diselesaikan secara maksimal.
“Kalau anggaran juga dibagi untuk lampu jalan, nanti pembangunan jalannya tidak maksimal. Jadi sementara fokus kita masih pada peningkatan jalan dulu,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu kawasan yang dinilai masih membutuhkan tambahan penerangan jalan berada di Simpang Surabaya karena aktivitas kendaraan di lokasi tersebut cukup tinggi, terutama pada malam hari.






Discussion about this post