MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Mei 19, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

BPTU-HPT Indrapuri Jaga Kemurnian Sapi Aceh Lewat Pembibitan dan Seleksi Ketat

Riska Zulfira by Riska Zulfira
19 Mei 2026
in Headline
0

Petugas BPTU membawa sapi jantan untuk dilakukan pengujian fisik dan reproduksi guna menghasilkan bibit unggul | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri terus memperkuat upaya pelestarian sapi Aceh sebagai salah satu ras asli daerah melalui sistem pembibitan dan seleksi bibit unggul yang ketat.

Kepala BPTU-HPT Indrapuri, Dayat, mengatakan balai yang memiliki areal seluas 430 hektare itu menjadi pusat pembenihan dan pengembangan sapi unggul di Aceh di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Fokus utamanya adalah menjaga kemurnian genetik sapi Aceh agar tetap lestari dan tidak tercampur dengan ras lain.

RelatedPosts

Sapi Aceh Naik Kelas, BPTU-HPT Indrapuri Sukses Kawinkan dengan Belgian Blue dan Wagyu

Angin Kencang Terjang Rumah Warga di Aceh Besar, Atap Rumah Terhempas 30 Meter

Jelang Keberangkatan Kloter 9, Dua Jemaah Haji Aceh Selatan Dirujuk ke Rumah Sakit

“Sapi Aceh ini termasuk plasma nutfah yang ditetapkan dan hanya ada di Aceh. Karena itu yang paling utama kami jaga adalah kemurnian dan keberlangsungannya,” kata Dayat, Senin (18/5/2026).

Saat ini, populasi ternak di BPTU-HPT Indrapuri mencapai 1.682 ekor yang didominasi sapi Aceh. Dalam pengembangannya, balai tersebut menerapkan dua model budidaya, yakni sistem kandang intensif dan sistem penggembalaan.

Menurut Dayat, dua model itu sengaja diterapkan agar dapat menjadi contoh langsung bagi peternak di Aceh sesuai dengan pola pemeliharaan yang ingin diterapkan masyarakat.

“Kalau peternak ingin model kandang, kami punya contohnya. Begitu juga yang model penggembalaan. Jadi masyarakat bisa melihat langsung bagaimana pemeliharaan yang baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kualitas ternak dijaga melalui pola perawatan yang ketat, mulai dari pemberian hijauan pakan berkualitas, konsentrat, vitamin, hingga pengawasan kesehatan secara rutin. Selain itu, sapi-sapi yang dipelihara juga harus memenuhi standar performa sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Tak hanya dari sisi fisik dan bobot tubuh, seleksi juga dilakukan terhadap kualitas pejantan. BPTU-HPT Indrapuri memiliki kandang khusus bernama Bull Treatment Unit (BTU) untuk melatih dan menguji performa sapi jantan unggul.

Di kandang tersebut, sapi jantan dipantau mulai dari perilaku kawin hingga kualitas spermanya. Sperma yang ditampung kemudian diuji di laboratorium untuk memastikan kualitas reproduksinya.

“Kita lihat apakah spermanya terlalu encer atau terlalu pekat, lalu diuji di laboratorium. Dari situ bisa diketahui kualitasnya, termasuk tingkat sperma yang hidup,” jelas Dayat.

Menurutnya, pengujian kualitas sperma menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas pejantan unggul yang nantinya akan dikembangkan kepada masyarakat.

Meski demikian, Dayat menegaskan BPTU-HPT Indrapuri tidak memproduksi semen beku untuk inseminasi buatan. Balai tersebut lebih fokus menyediakan bibit pejantan unggul, sementara pengolahan dan distribusi semen dilakukan di balai inseminasi seperti di Lembang dan Singosari.

“Kami menyediakan pejantan unggulnya. Kalau semennya ditampung dan disebarkan kepada masyarakat itu dilakukan di balai inseminasi,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin mengembangkan peternakan sapi Aceh agar memilih pejantan yang telah melalui proses seleksi. Dengan begitu, kualitas keturunan sapi dapat tetap terjaga.

“Kalau ingin budidaya yang baik, pilih pejantan yang sudah diseleksi. Karena kualitas anak dan keturunannya sangat ditentukan dari pejantan unggul,” ujar Dayat.

Tags: Bibit UnggulBPTU-HPT IndrapuriMutu TernakSapi AcehSeleksi Pejantan
Previous Post

Perempuan Nongkrong Tengah Malam di Warkop Jadi Sasaran Penertiban Satpol PP-WH Banda Aceh

Next Post

Segini Harga Emas Hari Ini 

Related Posts

Sapi Aceh Naik Kelas, BPTU-HPT Indrapuri Sukses Kawinkan dengan Belgian Blue dan Wagyu

by Riska Zulfira
19 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri membuktikan sapi Aceh bukan ternak lokal biasa. Melalui...

Pulau Aceh dan Pulau Raya Jadi Lokasi Pengembangan Sapi Aceh

by Alfath Asmunda
25 Oktober 2023
0

MASAKINI.CO - Pulau Aceh di Kabupaten Aceh Besar dan Pulau Raya di Aceh Jaya ditetapkan sebagai lokasi pengembangan sapi Aceh....

Next Post

Segini Harga Emas Hari Ini 

Satpol PP-WH Banda Aceh Sebut Praktik “Open BO” Terus Bermunculan

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co