MASAKINI.CO – Pelaksana Harian (Plh). Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh, Evendi, mengatakan praktik prostitusi terselubung atau “open BO” di sejumlah kafe di Kota Banda Aceh masih terus ditemukan dan sulit dihilangkan sepenuhnya.
Menurut Evendi, setelah dilakukan razia di satu lokasi, praktik serupa kerap muncul kembali di tempat lain. Meski demikian, pihaknya memastikan akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap sejumlah tempat usaha yang diduga melanggar syariat Islam.
“Tempat tertentu yang open BO itu tidak akan pernah hilang, bersih di tempat ini nanti bertambah lagi di tempat lain,” kata Evendi, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, petugas Satpol PP-WH biasanya melakukan pemeriksaan terhadap warung kopi yang masih ramai hingga larut malam, termasuk apabila masih ditemukan perempuan berada di lokasi pada jam-jam tertentu.
“Satpol PP dan WH akan terus melakukan pemeriksaan terkait hal ini, dengan melihat di cafe tersebut misalnya masih ada perempuan di larut malam di cafe itu,” ujarnya.
Evendi menilai pertumbuhan tempat usaha warung kopi dan kafe di Banda Aceh menjadi salah satu tantangan dalam pengawasan. Ia menyebut jumlah kafe terus bertambah dari waktu ke waktu, bahkan rumah-rumah warga kini banyak yang dialihfungsikan menjadi tempat usaha kafe.
“Apalagi di Banda Aceh ini terus tumbuh, misalnya bulan ini sekian cafe yang berkembang atau laku, mungkin bulan depan sudah bertambah lagi. Bahkan rumah-rumah sudah jadi cafe sekarang,” katanya.
Ia menegaskan, Satpol PP-WH akan terus melakukan patroli dan penertiban sebagai bagian dari upaya penegakan qanun syariat Islam di Kota Banda Aceh.









Discussion about this post