MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mendeteksi 65 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 1 Juni 2026.
Data BMKG menunjukkan titik panas terpantau di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Timur, Bireuen, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya, serta Kota Subulussalam. Sebaran terbanyak ditemukan di Kabupaten Aceh Selatan, khususnya di Kecamatan Trumon dan Trumon Timur.
Selain mendeteksi puluhan titik panas, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh pada periode 2 hingga 4 Juni 2026. Kondisi atmosfer yang dipengaruhi aktifnya Rossby Equatorial, adanya daerah belokan angin, serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat Sumatra dinilai mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.
Pada 2 Juni 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang meliputi Aceh Jaya, Aceh Besar dan Sabang. Sementara pada 3 Juni 2026 potensi cuaca serupa diprakirakan terjadi di Aceh Timur dan Aceh Jaya. Adapun pada 4 Juni 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Aceh Besar, Sabang dan Aceh Jaya.
BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di sejumlah daerah. Pada 2 Juni 2026, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang. Kemudian pada 3 Juni 2026 berpotensi terjadi di Aceh Besar dan Aceh Tenggara, sedangkan pada 4 Juni 2026 berpotensi terjadi di Aceh Besar.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Dedi, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem maupun kebakaran hutan dan lahan.
“Selain potensi hujan lebat, kami juga mendeteksi 65 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Aceh berdasarkan pantauan satelit pada 1 Juni 2026. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Dedi.








Discussion about this post