MASAKINI.CO – Kebiasaan menggunakan sarung tangan plastik sekali pakai saat makan semakin banyak ditemui di berbagai tempat makan terutama saat menyantap makanan seperti ayam goreng, seafood, atau makanan tradisional. Banyak orang menganggap penggunaan sarung tangan plastik lebih higienis dan praktis karena dapat menjaga tangan tetap bersih.
Padahal penggunaan sarung tangan plastik saat makan ternyata memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Jika digunakan secara tidak tepat atau berasal dari bahan yang tidak aman untuk kontak dengan makanan, sarung tangan plastik dapat berdampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan.
Mengutip website RSUD Meuraxa Banda Aceh, Selasa (9/6/2026) dijelaskan bahwa penggunaan sarung tangan plastik tidak selalu lebih aman atau lebih higienis dibandingkan mencuci tangan dengan sabun.
Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah kemungkinan perpindahan zat kimia dari plastik ke makanan. Kondisi ini berpotensi terjadi ketika sarung tangan digunakan untuk memegang makanan panas atau berminyak, terutama jika produk yang digunakan bukan sarung tangan khusus untuk kontak langsung dengan makanan.
Selain itu, penggunaan sarung tangan plastik juga dapat menciptakan rasa aman yang menyesatkan. Sarung tangan yang telah menyentuh berbagai benda seperti telepon genggam, uang, meja, atau gagang pintu tetap dapat membawa kuman dan bakteri ke makanan yang dikonsumsi.
Potensi paparan mikroplastik dari sarung tangan berkualitas rendah. Partikel plastik berukuran sangat kecil dapat terlepas akibat gesekan atau kerusakan material dan tanpa disadari masuk ke dalam makanan.
“Penggunaan sarung tangan tidak otomatis membuat makanan lebih bersih jika prosedur kebersihan tidak diterapkan dengan benar,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam edukasi kesehatan tersebut.
Tak hanya berdampak pada kesehatan, penggunaan sarung tangan plastik sekali pakai secara berlebihan juga dinilai memperparah persoalan sampah plastik yang sulit terurai dan mencemari lingkungan.
Karena itu, RSUD Meuraxa menegaskan bahwa mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik tetap menjadi cara yang paling efektif untuk menjaga kebersihan sebelum makan.
Masyarakat juga diimbau untuk memastikan makanan diolah secara higienis, menghindari menyentuh benda-benda kotor saat makan, serta memilih sarung tangan yang memang dirancang untuk kontak dengan makanan apabila penggunaannya benar-benar diperlukan.
Edukasi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan tangan masih merupakan langkah paling sederhana dan efektif untuk mencegah kontaminasi makanan serta melindungi kesehatan.










Discussion about this post