MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, November 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

BKKBN Aceh Perkuat Peran Bidan untuk Putus Mata Rantai Stunting

Redaksi by Redaksi
24 Juni 2026
in News
0

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, saat bertemu 21 bidan dan 10 Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam kegiatan penguatan dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Balai Jeumpa, Senin (23/6/2026). | Foto: BKKBN Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – BKKBN Aceh memperkuat peran bidan sebagai ujung tombak pencegahan stunting dalam upaya memutus mata rantai lahirnya kasus stunting baru di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, saat bertemu 21 bidan dan 10 Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam kegiatan penguatan dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Balai Jeumpa, Selasa (23/6/2026).

RelatedPosts

Dorong Budaya Membaca, Banda Aceh Hadirkan Outdoor Library Pertama di Indonesia

Kapolda Aceh Pantau SPBU di Banda Aceh, Pastikan Tak Ada Antrean BBM

Ketergantungan AI Dikhawatirkan Gerus Kemampuan Dasar Jurnalis

Safrina menilai bidan memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan ibu hamil, ibu bersalin, bayi, dan keluarga yang menjadi kelompok sasaran utama pencegahan stunting.

“Setiap kita bisa bekerja sesuai tugas dan kompetensi masing-masing, mari bersama kita memutus mata rantai stunting. Jangan sampai lahir stunting baru,” kata Safrina.

Dalam arahannya, ia meminta seluruh bidan memastikan layanan kesehatan ibu dan anak berjalan optimal, termasuk mendorong penggunaan kontrasepsi pasca persalinan atau KB Pasca Persalinan (KBPP). Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatur jarak kelahiran dan mengurangi risiko yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Menurut Safrina, upaya pencegahan stunting tidak cukup dilakukan saat anak lahir, tetapi harus dimulai sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan. Karena itu, peran bidan menjadi kunci dalam memastikan setiap keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat.

Selain pelayanan kesehatan, ia juga menekankan pentingnya pencatatan data secara akurat melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) dan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Data yang valid dinilai menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang tepat bagi keluarga berisiko stunting.

“Harapannya setiap ibu bersalin dapat langsung menggunakan alat kontrasepsi pasca salin. Setiap kegiatan yang dilakukan di lapangan harus tercatat di SIGA dan Elsimil,” ujarnya.

Safrina juga mengingatkan pentingnya sinergi antara bidan, Penyuluh KB, dan unsur Tim Pendamping Keluarga lainnya agar seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga kolaborasi lintas profesi yang bekerja langsung mendampingi keluarga di tingkat gampong.

Dalam kesempatan itu, Safrina turut menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme petugas lapangan. Ia meminta seluruh PKB dan anggota TPK menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing serta menjaga kualitas kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Tags: BidanBKKBN AcehKB Pasca PersalinanPencegahan StuntingSafrina SalimStunting BireuenTim Pendamping Keluarga
Previous Post

Satpol PP-WH Intensifkan Pawasdu di Titik Rawan, Kedepankan Edukasi dan Pencegahan

Next Post

Satpol PP-WH Temukan Pelanggaran Saat Pawasdu, Pembinaan Jadi Langkah Utama

Related Posts

Polda Aceh Bongkar Dugaan Praktik Aborsi, Bidan dan Dua Pelaku Ditangkap

by Redaksi
23 September 2026
0

MASAKINI.CO – Polda Aceh mengungkap dugaan praktik aborsi di Banda Aceh dan menangkap tiga orang yang diduga terlibat. Salah satu...

BFLF Hadirkan Sekolah Lansia, Ubah Masa Tua Jadi Lebih Aktif dan Berdaya

by Redaksi
12 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Masa lanjut usia tidak harus identik dengan kesepian dan keterbatasan aktivitas. Melalui program Sekolah Lansia, Blood For Life...

Pemko Banda Aceh Gandeng Dunia Usaha Jadi Orang Tua Asuh Keluarga Berisiko Stunting

by Riska Zulfira
12 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong keterlibatan dunia usaha dalam upaya pencegahan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh...

Next Post

Satpol PP-WH Temukan Pelanggaran Saat Pawasdu, Pembinaan Jadi Langkah Utama

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 22,2 Juta Batang Rokok Ilegal

Discussion about this post

CERITA

Sabetan Pejabat dan Kusir Delman: Belajar dari Driver Ojol

6 November 2026

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co