MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

BKKBN Aceh Perkuat Peran Bidan untuk Putus Mata Rantai Stunting

Redaksi by Redaksi
24 Juni 2026
in News
0

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, saat bertemu 21 bidan dan 10 Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam kegiatan penguatan dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Balai Jeumpa, Senin (23/6/2026). | Foto: BKKBN Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – BKKBN Aceh memperkuat peran bidan sebagai ujung tombak pencegahan stunting dalam upaya memutus mata rantai lahirnya kasus stunting baru di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, saat bertemu 21 bidan dan 10 Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam kegiatan penguatan dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Balai Jeumpa, Selasa (23/6/2026).

RelatedPosts

Aceh Kekurangan Guru SLB, Sejumlah Anak Berkebutuhan Khusus Terpaksa Antre Sekolah

Harga Emas Banda Aceh Anjlok Rp70 Ribu per Mayam

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 22,2 Juta Batang Rokok Ilegal

Safrina menilai bidan memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan ibu hamil, ibu bersalin, bayi, dan keluarga yang menjadi kelompok sasaran utama pencegahan stunting.

“Setiap kita bisa bekerja sesuai tugas dan kompetensi masing-masing, mari bersama kita memutus mata rantai stunting. Jangan sampai lahir stunting baru,” kata Safrina.

Dalam arahannya, ia meminta seluruh bidan memastikan layanan kesehatan ibu dan anak berjalan optimal, termasuk mendorong penggunaan kontrasepsi pasca persalinan atau KB Pasca Persalinan (KBPP). Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatur jarak kelahiran dan mengurangi risiko yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Menurut Safrina, upaya pencegahan stunting tidak cukup dilakukan saat anak lahir, tetapi harus dimulai sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan. Karena itu, peran bidan menjadi kunci dalam memastikan setiap keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat.

Selain pelayanan kesehatan, ia juga menekankan pentingnya pencatatan data secara akurat melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) dan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Data yang valid dinilai menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang tepat bagi keluarga berisiko stunting.

“Harapannya setiap ibu bersalin dapat langsung menggunakan alat kontrasepsi pasca salin. Setiap kegiatan yang dilakukan di lapangan harus tercatat di SIGA dan Elsimil,” ujarnya.

Safrina juga mengingatkan pentingnya sinergi antara bidan, Penyuluh KB, dan unsur Tim Pendamping Keluarga lainnya agar seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga kolaborasi lintas profesi yang bekerja langsung mendampingi keluarga di tingkat gampong.

Dalam kesempatan itu, Safrina turut menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme petugas lapangan. Ia meminta seluruh PKB dan anggota TPK menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing serta menjaga kualitas kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Tags: BidanBKKBN AcehKB Pasca PersalinanPencegahan StuntingSafrina SalimStunting BireuenTim Pendamping Keluarga
Previous Post

Satpol PP-WH Intensifkan Pawasdu di Titik Rawan, Kedepankan Edukasi dan Pencegahan

Next Post

Satpol PP-WH Temukan Pelanggaran Saat Pawasdu, Pembinaan Jadi Langkah Utama

Related Posts

Pemko Banda Aceh Gandeng Dunia Usaha Jadi Orang Tua Asuh Keluarga Berisiko Stunting

by Riska Zulfira
12 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong keterlibatan dunia usaha dalam upaya pencegahan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh...

Toga di Usia Senja

by Riska Zulfira
28 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Di usia ketika kebanyakan orang memilih lebih banyak duduk dan beristirahat, Ernawati justru melangkah ke panggung dengan kepala...

1.193 Lansia Aceh Besar Diwisuda, Wisudawan Tertua Berusia 90 Tahun

by Riska Zulfira
24 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 1.193 lansia mengikuti wisuda Sekolah Lansia Standar 1 (S1) di Kabupaten Aceh Besar. Para peserta berasal dari...

Next Post

Satpol PP-WH Temukan Pelanggaran Saat Pawasdu, Pembinaan Jadi Langkah Utama

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 22,2 Juta Batang Rokok Ilegal

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co