MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh kembali menemukan sejumlah pelanggaran saat melaksanakan Patroli Pengawasan Terpadu (Pawasdu) di beberapa kawasan yang dinilai rawan pelanggaran syariat Islam, Senin (22/6/2026) lalu.
Namun, petugas tidak melakukan tindakan represif dan memilih mengedepankan pendekatan edukatif melalui pembinaan langsung di lapangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengawasan yang menitikberatkan pada pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Kepala Satpol PP-WH Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan pelanggaran yang ditemukan selama patroli langsung ditindaklanjuti dengan pemberian pemahaman dan pembinaan kepada pihak terkait.
“Ada, hanya dilakukan pembinaan di lapangan. Giat soft aja karena kita memang tujuan edukasi saja,” kata Rizal.
Menurutnya, kegiatan Pawasdu merupakan agenda rutin yang tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban umum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya mematuhi norma dan nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, petugas yang turun ke lapangan lebih mengutamakan dialog dan pendekatan persuasif kepada masyarakat yang ditemukan berpotensi melakukan pelanggaran. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif untuk memberikan pemahaman, terutama kepada kalangan remaja dan muda-mudi yang kerap memanfaatkan sejumlah ruang publik sebagai tempat berkumpul.
Dalam setiap kegiatan pengawasan, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga perilaku di ruang publik serta mengingatkan masyarakat untuk menghindari tindakan yang berpotensi melanggar qanun dan norma yang berlaku di Kota Banda Aceh.
Rizal menjelaskan, pola pembinaan langsung di lokasi menjadi salah satu cara untuk memperkuat pemahaman masyarakat tanpa harus mengedepankan langkah penindakan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami aturan yang berlaku sekaligus tumbuh kesadaran untuk mematuhinya secara sukarela.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pengawasan ini bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai upaya bersama menjaga ketertiban, kenyamanan, dan marwah syariat Islam di Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Pawasdu akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai titik yang menjadi fokus pengawasan. Selain menjaga ketenteraman masyarakat, patroli tersebut juga menjadi sarana edukasi yang diharapkan mampu memperkuat budaya saling mengingatkan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.







Discussion about this post