MASAKINI.CO – Harga emas perhiasan di Banda Aceh turun tajam pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Emas kini dijual Rp7.550.000 per mayam, atau turun Rp150.000 dari sehari sebelumnya yang berada di level Rp7.700.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.
Jika sudah termasuk ongkos pembuatan sebesar Rp200 ribu, harga emas dijual seharga Rp7.750.000.
Pelemahan harga emas dipengaruhi oleh tekanan di pasar global. Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), spekulasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed), serta aksi ambil untung (profit taking) setelah harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi menjadi faktor utama yang mendorong penurunan harga logam mulia.
Menguatnya dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Akibatnya, permintaan emas di pasar global melemah dan berdampak pada penurunan harga, termasuk di pasar domestik.
Pedagang emas di kawasan Pasar Aceh, Daffa, mengatakan pergeseran minat investor juga memengaruhi pergerakan harga emas.
“Investor sekarang lebih banyak membeli dolar dibandingkan emas. Ketika suku bunga naik, harga emas biasanya turun. Sebaliknya, saat suku bunga turun, harga emas cenderung naik,” ujarnya.
Meski harga emas melemah, minat masyarakat untuk membeli justru meningkat. Daffa menyebut sekitar 90 persen transaksi yang terjadi saat ini merupakan pembelian emas.
“Harga turun membuat masyarakat lebih banyak membeli emas,” katanya.
Selain emas perhiasan, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) juga mengalami penurunan. Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam turun Rp15.000 menjadi Rp2.630.000 per gram, sedangkan harga pembelian kembali (buyback) turun Rp25.000 menjadi Rp2.335.000 per gram.








Discussion about this post