MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Juli 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Dari Kesehatan hingga Mitigasi Bencana, KKN USK Bawa Program Berbasis Kebutuhan Warga Cut Langien

Redaksi by Redaksi
13 Juli 2026
in News
0

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX di Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bukan sekadar menjalankan rutinitas pengabdian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX membawa sejumlah program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Ketua Kelompok KKN Reguler 11 USK, Ari Maulana, memaparkan berbagai program kerja yang akan dijalankan selama masa KKN. Program tersebut menyentuh sejumlah persoalan yang dekat dengan masyarakat, mulai dari kesehatan keluarga, pendidikan anak, lingkungan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

RelatedPosts

Toko Na Plastik di Aceh Besar Terbakar, Rak dan Stok Gelas Plastik Ludes

LPS Siapkan Penjaminan Polis Mulai 2028, Pemegang Asuransi Bakal Terlindungi

Dakwaan Ikhtilath di Hotel Ayani, Dua Terdakwa Terancam 30 Kali Cambuk

Ia mengatakan program yang disusun tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Program ini kami susun berdasarkan kolaborasi seluruh anggota kelompok dengan latar belakang ilmu yang berbeda. Harapannya, setiap kegiatan yang dilakukan benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak positif, meskipun dalam waktu pelaksanaan KKN yang terbatas,” kata Ari.

Kelompok yang beranggotakan tujuh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tersebut membawa sejumlah program unggulan, di antaranya edukasi pencegahan bullying bagi anak-anak, sosialisasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), praktik cuci tangan enam langkah, edukasi stunting, pemeriksaan kesehatan dasar melalui home visit, hingga pengenalan tas siaga bencana.

Selain itu, mahasiswa juga menyasar isu lingkungan melalui program pencegahan pembalakan dan pembakaran hutan, serta memperkenalkan pentingnya administrasi dokumen aman sebagai bagian dari kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana melalui program GERADAM.

Menurut Ari, keberagaman latar belakang keilmuan mahasiswa menjadi kekuatan dalam merancang program yang lebih luas dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

“Mahasiswa dari bidang kesehatan, hukum, pendidikan, geografi, dan kehutanan berusaha memberikan kontribusi sesuai kompetensi masing-masing. Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan, lingkungan, dan kesiapan menghadapi berbagai risiko,” ujarnya.

Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN USK. Ia menilai program yang ditawarkan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga.

“Kami melihat program yang disampaikan sangat bermanfaat karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ada pendidikan anak, kesehatan, lingkungan, sampai kebencanaan. Pemerintah gampong siap mendukung agar kegiatan ini berjalan maksimal,” kata Muhammad Syahril.

Ia berharap keberadaan mahasiswa KKN dapat menjadi penggerak perubahan positif, terutama dalam memberikan edukasi kepada anak-anak dan masyarakat.

“Yang paling penting, ilmu yang dibawa mahasiswa dapat diteruskan dan menjadi kebiasaan baik bagi masyarakat setelah KKN selesai,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, aparatur Gampong Cut Langien turut memberikan masukan agar pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kondisi warga setempat. Diskusi tersebut dihadiri geuchik, sekretaris gampong, Tuha Peut, kepala dusun, ketua pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok Reguler 11, Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., meminta mahasiswa menjadikan KKN sebagai ruang untuk belajar memahami persoalan masyarakat sekaligus memberikan solusi nyata.

“Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, hormati adat dan budaya setempat, serta laksanakan program dengan penuh tanggung jawab. KKN adalah kesempatan untuk mengabdi sekaligus membentuk karakter mahasiswa,” pesannya.

Tags: Mahasiswa KKNMahasiswa KKN USK Reguler 11Program KKN di Desa Bencana
Previous Post

Toko Na Plastik di Aceh Besar Terbakar, Rak dan Stok Gelas Plastik Ludes

Related Posts

Temuan Ladang Ganja di Pulo Aceh Berawal dari Mahasiswa KKN

Temuan Ladang Ganja di Pulo Aceh Berawal dari Mahasiswa KKN

by Alfath Asmunda
25 Juni 2023
0

MASAKINI.CO - Ladang ganja seluas 4 hektar di pegunungan Gampong Rinon, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dimusnahkan polisi dengan...

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co