MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

BI Aceh Dorong Pelajar Aceh Selatan Pahami Risiko Transaksi Digital

Riska Zulfira by Riska Zulfira
22 Juli 2026
in News
0

Siswa dari 17 SMA/sederajat di Aceh Selatan mengikuti kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh bersama Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Wilayah Aceh Selatan itu berlangsung di Rumoh Agam, Tapaktuan, Sabtu (18/7/2026). | Foto: Bank Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin cepat membuat pemahaman masyarakat terhadap keamanan transaksi menjadi kebutuhan penting. Melalui kegiatan Literasi Ujong Nanggroe, Bank Indonesia (BI) Aceh menyasar pelajar untuk memperkuat pemahaman tentang sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, serta peran bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Beberapa waktu lalu Bank Indonesia Aceh telah mengedukasi 150 siswa dari 17 SMA/sederajat di Aceh Selatan yang berlangsung di Rumoh Agam, Tapaktuan, Sabtu (18/7/2026).

RelatedPosts

Dedisyah Terpilih Pimpin APPSI Banda Aceh Periode 2026–2031

Kantor Desa Aneuk Galong Titi Terbakar, Dokumen dan Peralatan Kerja Hangus

PUPR Banda Aceh Pasang Kembali Dua Pompa Air di Underpass Beurawe

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan edukasi literasi keuangan menjadi semakin penting di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital, terutama di kalangan generasi muda.

Menurutnya, selain memahami fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral, masyarakat juga perlu memiliki kesadaran terhadap keamanan transaksi dan perlindungan data pribadi agar tidak mudah menjadi korban kejahatan digital.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tugas dan fungsi Bank Indonesia, kebijakan menjaga stabilitas nilai Rupiah, sistem pembayaran, hingga edukasi perlindungan konsumen melalui prinsip Peduli, Kenali, Adukan (PeKA).

BI menilai salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital. Berbagai modus penipuan seperti phishing, social engineering, hingga penyalahgunaan aplikasi terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital.

Melalui perilaku PeKA, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan. Peduli berarti memahami produk dan layanan keuangan beserta hak dan kewajiban sebagai konsumen. Kenali berarti memahami risiko serta ancaman penipuan digital. Sementara Adukan berarti segera melapor melalui kanal resmi apabila mengalami kendala atau menjadi korban.

“Kalau ragu, stop dulu,” menjadi pesan utama yang disampaikan BI kepada peserta agar tidak terburu-buru melakukan transaksi ketika menemukan aktivitas mencurigakan.

BI Aceh juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital. Pelajar tidak hanya diharapkan menjadi pengguna layanan keuangan digital, tetapi juga mampu menjadi penyampai informasi kepada lingkungan sekitar.

Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Aceh, Dien Mochammad Irvan Idris, yang membuka kegiatan tersebut, menyebut literasi digital dan keuangan perlu terus diperluas hingga ke berbagai wilayah Aceh.

Kegiatan Literasi Ujong Nanggroe ke depan direncanakan menyasar daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) untuk memperluas akses edukasi mengenai kebanksentralan dan transaksi digital yang aman.

Kolaborasi BI Aceh dengan sektor pendidikan diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Aceh agar lebih siap menghadapi perubahan ekonomi digital, sekaligus mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.

Tags: BI AcehKeamanan Digitalliterasi digitalPeKA BIPelajar Aceh Selatanperlindungan konsumenTransaksi Digital
Previous Post

PTS Aceh Hadapi Tantangan Kualitas Dosen, Pemerintah Dorong Penguatan SDM

Next Post

Pemerintah Percepat Huntap Korban Banjir-Longsor, Aceh Ikuti Rakornas Pemulihan Pascabencana

Related Posts

BI Aceh: 70 Persen Masyarakat Belum Konsisten Merawat Rupiah

by Riska Zulfira
18 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Bank Indonesia (BI) mencatat baru 30 persen masyarakat di Aceh yang konsisten menjaga kualitas fisik uang Rupiah. Kondisi...

20 Pelajar Raih Medali di Olimpiade CBP Rupiah Aceh 2026

by Riska Zulfira
17 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 20 pelajar meraih medali dalam Olimpiade Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Provinsi Aceh 2026. Mereka terdiri atas...

Di Tengah Kemudahan Internet, Perpustakaan Tetap Jadi Ruang Belajar Mahasiswa

by Redaksi
12 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO - Perkembangan teknologi digital membuat mahasiswa semakin mudah mengakses bahan bacaan dan materi perkuliahan melalui internet. Namun, kemudahan itu...

Next Post

Pemerintah Percepat Huntap Korban Banjir-Longsor, Aceh Ikuti Rakornas Pemulihan Pascabencana

Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues

Discussion about this post

CERITA

Desa Wisata Ulee Lheue Tawarkan Sensasi Ngopi di Atas Perahu

22 Oktober 2026

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co