MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Sabang mendorong penguatan sektor kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah melalui penyelenggaraan Kontes Kakao Sabang 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas budidaya sekaligus memotivasi petani memperluas pengembangan kakao di Kota Sabang.
Kontes Kakao Sabang 2026 yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang pada 27-29 Juli 2026 ini diikuti 30 petani dengan penilaian terhadap dua kategori, yakni tanaman menghasilkan (TM) dan tanaman belum menghasilkan (TBM).
Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, mengatakan pengembangan kakao menjadi salah satu fokus pemerintah daerah karena komoditas tersebut memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat, khususnya petani.
“Kontes Kakao ini diharapkan menjadi motivasi bagi para petani untuk terus mengembangkan usaha dan perkebunan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah,” ujar Andri di Taman Pantai Kasih, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kota Sabang akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, pendampingan, hingga pengembangan budidaya kakao di tingkat petani. Pemerintah menilai peningkatan produksi kakao menjadi kunci untuk membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Saat ini, produksi kakao Sabang masih memenuhi kebutuhan industri olahan lokal. Namun, pemerintah optimistis pengembangan sektor hulu dan hilir dapat meningkatkan nilai ekonomi kakao sekaligus memperkuat produk olahan khas daerah.
“Di Sabang ada Cokbang dan Cokinol yang hasil produksinya sudah bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan. Kualitasnya juga tidak kalah dengan produk cokelat dari daerah lain,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, menyebut Kontes Kakao Sabang merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga kualitas dan mendorong petani meningkatkan produktivitas.
Ia mengatakan, kakao Sabang telah mendapat pengakuan kualitas berdasarkan hasil uji laboratorium. Karena itu, pengembangan tidak hanya dilakukan dari sisi produksi, tetapi juga diarahkan pada penguatan sektor hilir.
“Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan Kota Sabang. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong petani agar terus mengembangkan budidaya kakao, terutama peningkatan kualitas dan produktivitas,” kata Rinaldi.
Dalam kontes perdana tersebut, penilaian dilakukan oleh tim juri profesional tingkat provinsi melalui peninjauan langsung ke lokasi perkebunan. Untuk kategori tanaman menghasilkan, penilaian meliputi produktivitas dan jumlah hasil panen, sedangkan kategori tanaman belum menghasilkan dinilai dari pertumbuhan serta perkembangan tanaman.
Dari 30 peserta, sebanyak 12 petani terpilih sebagai pemenang pada masing-masing kategori. Pada kategori tanaman menghasilkan, Juara I diraih Muzakir dari Gampong Batee Shoek, disusul Risnawati dari Gampong Kota Ateuh sebagai Juara II dan Abdullah dari Gampong Paya Seunara sebagai Juara III.
Sementara kategori tanaman belum menghasilkan, Juara I diraih Hasballah dari Gampong Aneuk Laot, Juara II Basir dari Gampong Iboih, dan Juara III Amiruddin dari Gampong Jaboi.
Rinaldi menegaskan, pembinaan terhadap petani akan terus dilakukan bersama para penyuluh agar kualitas kakao Sabang semakin meningkat dan mampu menjadi komoditas yang memiliki daya saing lebih luas.





Discussion about this post