MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juli 29, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Kontes Kakao Sabang 2026 Jadi Strategi Dorong Komoditas Unggulan Bernilai Ekonomi

Riska Zulfira by Riska Zulfira
29 Juli 2026
in Daerah
0

Kontes Kakao Sabang 2026 yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang pada 27-29 Juli 2026 ini diikuti 30 petani | Foto: Dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Sabang mendorong penguatan sektor kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah melalui penyelenggaraan Kontes Kakao Sabang 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas budidaya sekaligus memotivasi petani memperluas pengembangan kakao di Kota Sabang.

Kontes Kakao Sabang 2026 yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang pada 27-29 Juli 2026 ini diikuti 30 petani dengan penilaian terhadap dua kategori, yakni tanaman menghasilkan (TM) dan tanaman belum menghasilkan (TBM).

RelatedPosts

RSUD Cut Meutia Aceh Utara Segera Dialihkan ke Lhokseumawe

DLH Aceh Besar Awasi Pengelolaan Limbah RSUD, Pastikan Patuhi Aturan Lingkungan

Tekan Angka Putus Obat, Pemkab Aceh Besar Salurkan PMT untuk Pasien TBC

Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, mengatakan pengembangan kakao menjadi salah satu fokus pemerintah daerah karena komoditas tersebut memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat, khususnya petani.

“Kontes Kakao ini diharapkan menjadi motivasi bagi para petani untuk terus mengembangkan usaha dan perkebunan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah,” ujar Andri di Taman Pantai Kasih, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota Sabang akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, pendampingan, hingga pengembangan budidaya kakao di tingkat petani. Pemerintah menilai peningkatan produksi kakao menjadi kunci untuk membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Saat ini, produksi kakao Sabang masih memenuhi kebutuhan industri olahan lokal. Namun, pemerintah optimistis pengembangan sektor hulu dan hilir dapat meningkatkan nilai ekonomi kakao sekaligus memperkuat produk olahan khas daerah.

“Di Sabang ada Cokbang dan Cokinol yang hasil produksinya sudah bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan. Kualitasnya juga tidak kalah dengan produk cokelat dari daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, menyebut Kontes Kakao Sabang merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga kualitas dan mendorong petani meningkatkan produktivitas.

Ia mengatakan, kakao Sabang telah mendapat pengakuan kualitas berdasarkan hasil uji laboratorium. Karena itu, pengembangan tidak hanya dilakukan dari sisi produksi, tetapi juga diarahkan pada penguatan sektor hilir.

“Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan Kota Sabang. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong petani agar terus mengembangkan budidaya kakao, terutama peningkatan kualitas dan produktivitas,” kata Rinaldi.

Dalam kontes perdana tersebut, penilaian dilakukan oleh tim juri profesional tingkat provinsi melalui peninjauan langsung ke lokasi perkebunan. Untuk kategori tanaman menghasilkan, penilaian meliputi produktivitas dan jumlah hasil panen, sedangkan kategori tanaman belum menghasilkan dinilai dari pertumbuhan serta perkembangan tanaman.

Dari 30 peserta, sebanyak 12 petani terpilih sebagai pemenang pada masing-masing kategori. Pada kategori tanaman menghasilkan, Juara I diraih Muzakir dari Gampong Batee Shoek, disusul Risnawati dari Gampong Kota Ateuh sebagai Juara II dan Abdullah dari Gampong Paya Seunara sebagai Juara III.

Sementara kategori tanaman belum menghasilkan, Juara I diraih Hasballah dari Gampong Aneuk Laot, Juara II Basir dari Gampong Iboih, dan Juara III Amiruddin dari Gampong Jaboi.

Rinaldi menegaskan, pembinaan terhadap petani akan terus dilakukan bersama para penyuluh agar kualitas kakao Sabang semakin meningkat dan mampu menjadi komoditas yang memiliki daya saing lebih luas.

Tags: Budidaya KakaoDinas Pertanian SabangKakao SabangKomoditas UnggulanKontes Kakao Sabang 2026Petani Kakao
Previous Post

Empat Tersangka Kasus Korupsi Beasiswa Aceh Diserahkan ke Kejari Banda Aceh

Related Posts

No Content Available

Discussion about this post

CERITA

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co