MASAKINI.CO – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung api yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.
Erupsi tercatat berlangsung menerus mulai pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai kemunculan lava fountain atau semburan lava pijar dari kawah aktif. Suara dentuman dan gemuruh juga terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Level III atau Siaga.
Dengan kondisi tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati kawasan gunung api tersebut dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian karena gunung api tersebut memiliki riwayat aktivitas vulkanik yang tinggi. Anak Krakatau merupakan gunung api yang tumbuh setelah letusan besar Gunung Krakatau pada 1883 yang menjadi salah satu erupsi terbesar dalam sejarah.
Pascaletusan tersebut, aktivitas vulkanik di kawasan bekas Krakatau terus berlangsung hingga membentuk Gunung Anak Krakatau yang kemudian berkembang menjadi salah satu gunung api aktif di Indonesia.
Dalam beberapa periode, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi dengan karakteristik berupa keluarnya abu vulkanik, material pijar, hingga aktivitas lava.
Salah satu kejadian besar terjadi pada Desember 2018 ketika sebagian tubuh Gunung Anak Krakatau mengalami longsoran ke laut akibat aktivitas erupsi. Peristiwa tersebut memicu tsunami di wilayah pesisir Banten dan Lampung.
Kondisi itu menjadi pengingat bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak hanya berpotensi menimbulkan dampak langsung berupa erupsi, tetapi juga risiko lanjutan seperti longsoran tubuh gunung dan tsunami.
PVMBG meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas di sekitar zona bahaya yang telah ditetapkan.









Discussion about this post