MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, September 29, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Afdhal Minta Keuchik Jadi Garda Awal Deteksi Gangguan Kamtibmas di Gampong

Redaksi by Redaksi
29 September 2026
in Daerah
0

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, saat membuka Sosialisasi dan Deklarasi Komitmen Para Keuchik dalam Mewujudkan Kamtibmas yang Aman, Tertib, dan Kondusif di Kota Banda Aceh, di Balai Keurukon, Senin, 28 September 2026. | Foto: Pemko Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah meminta para keuchik lebih aktif mendeteksi berbagai persoalan di lingkungan gampong sejak dini sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurut Afdhal, keuchik memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengetahui kondisi sosial di wilayah masing-masing.

RelatedPosts

Aceh Raya Bawa Aspirasi Pemekaran ke Forum Nasional, Moratorium Masih Jadi Kendala

Aceh Bersiap Masuki Musim Hujan, Pemprov Perkuat Sinergi dengan BMKG

Irigasi Rusak di Lambarih Jurong Raya, Pemkab Aceh Besar Siapkan Penanganan

Hal itu disampaikan Afdhal saat membuka Sosialisasi dan Deklarasi Komitmen Para Keuchik dalam Mewujudkan Kamtibmas yang Aman, Tertib, dan Kondusif di Kota Banda Aceh, di Balai Keurukon, Senin (28/9/2026).

Ia mengajak keuchik, aparatur gampong, aparat keamanan, dan seluruh unsur terkait memperkuat sinergi untuk mencegah berbagai persoalan berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

“Tidak mungkin kami mampu menyelesaikan permasalahan sendiri tanpa bantuan bapak dan ibu sekalian,” ujar Afdhal.

Ia mengatakan, sebagai ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh memiliki posisi strategis sehingga kondisi keamanan dan ketertiban kota perlu dijaga secara bersama-sama.

Afdhal menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat, terutama terhadap persoalan yang berpotensi mengganggu masyarakat. Salah satunya narkoba yang menurutnya juga menyentuh kalangan generasi muda.

Berdasarkan informasi dari Polresta Banda Aceh yang disampaikan Afdhal, hingga Mei 2026 tercatat 38 kasus narkoba dengan 57 tersangka di wilayah Kota Banda Aceh. Data Polresta Banda Aceh juga mencatat penanganan 38 kasus dengan 57 tersangka pada periode Januari-Mei 2026.

“Penting bagi kita mencari solusi bersama. Kita perlu memperkuat sinergi antara seluruh unsur yang ada di setiap gampong,” katanya.

Karena itu, Afdhal meminta para keuchik tidak ragu menyampaikan atau melaporkan persoalan yang muncul di wilayahnya. Informasi dari tingkat gampong dinilai dapat membantu pemerintah dan aparat terkait mengambil langkah penanganan secara lebih cepat dan tepat.

Namun, ia mengingatkan penyelesaian persoalan masyarakat tetap harus mengedepankan pendekatan humanis, komunikatif, dan pembinaan.

“Pemerintah kota akan terus turun ke lapangan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Dari sana kita bisa melihat masalahnya bersama-sama dan mencari solusi yang terbaik,” ujarnya.

Afdhal berharap deklarasi komitmen para keuchik tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin komitmen tersebut ditindaklanjuti melalui koordinasi dan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan serta menangani persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Tanpa bantuan para keuchik dan seluruh perangkat gampong yang ada, kami tidak yakin berbagai permasalahan di Kota Banda Aceh dapat kami selesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Ia pun mengajak pemerintah, aparat keamanan, aparatur gampong, dan masyarakat menjadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama agar Banda Aceh tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabinda Aceh, Dandim 0101/Kota Banda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, serta para keuchik se-Kota Banda Aceh.

Tags: Afdhal Khalilullahdeteksi diniKamtibmas Banda AcehKeuchikNarkobaPemerintah Banda Aceh
Previous Post

Tiga Pengasuh Daycare di Banda Aceh Divonis hingga 3 Tahun Penjara

Related Posts

BPKK Banda Aceh Buka Layanan Pajak di CFD, Diskon Pokok Pajak hingga 75 Persen

by Redaksi
25 September 2026
0

MASAKINI.CO– Warga Banda Aceh yang masih memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) mendapat kesempatan memanfaatkan program...

Pemko Banda Aceh Salurkan 840 Set Jaring untuk Nelayan Alue Naga dan Deah Raya

by Riska Zulfira
24 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh menyalurkan bantuan alat tangkap ikan kepada nelayan tradisional di kawasan pesisir Alue Naga dan...

Illiza Kecam Dugaan Bullying Siswa di Banda Aceh, Korban Diberi Pendampingan

by Aininadhirah
22 September 2026
0

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengecam dugaan perundungan dan pengeroyokan terhadap seorang siswa berusia 15 tahun...

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co