MASAKINI.CO – Banjir melanda dua kecamatan di Kota Subulussalam, setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Tempuran meluap ke permukiman warga. Sebanyak 28 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara satu jembatan mengalami kerusakan berat dan terancam ambruk.
Staf Pusdatin BPBA, Haslinda, menyebut banjir terjadi di Desa Bukit Alim, Kecamatan Longkib, dan Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri.
Di Kecamatan Longkib, luapan Sungai Tempuran merendam 20 rumah warga di Desa Bukit Alim. Banjir juga merusak kebun masyarakat serta sejumlah ruas jalan dan jembatan.
Sebanyak 20 KK atau 97 jiwa terdampak akibat banjir di wilayah tersebut.
Sementara di Kecamatan Simpang Kiri, delapan rumah warga terdampak langsung. Satu unit jembatan mengalami kerusakan struktural dan kini dalam kondisi rusak berat serta terancam ambruk.
Kerusakan jembatan tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Warga khawatir jembatan runtuh sewaktu-waktu sehingga aktivitas di kawasan tersebut ikut terganggu.
BPBD Kota Subulussalam telah melakukan kajian cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk mengevaluasi kondisi serta mendata dampak banjir.
Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan kondisi terakhir, genangan di Kecamatan Simpang Kiri telah surut. Namun, kondisi jembatan yang rusak berat masih menjadi perhatian.
Di Kecamatan Longkib, air juga berangsur surut, meski beberapa ruas jalan masih tergenang.
BPBD bersama petugas terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi di lokasi terdampak.









Discussion about this post