MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 1, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Capai 942, Kader Remaja Diminta Jadi Edukator Sebaya

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
1 Oktober 2026
in News
0

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar saat membuka penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi kesehatan bertema “Hidup Sehat, Remaja Bebas HIV/AIDS” yang digelar Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh di Paopia Coffee, Selasa (29/9/2026). | Foto: Humas DPRK Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh tercatat mencapai 942 kasus secara kumulatif sejak 2008 hingga 2026. Angka tersebut meningkat hampir 94 kali lipat dibandingkan 2008 yang tercatat hanya 10 kasus.

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengatakan dari 942 kasus kumulatif tersebut, sebanyak 771 merupakan kasus HIV dan 171 kasus AIDS.

RelatedPosts

Warga Temukan Benda Diduga Mortir di Pinggir Krueng Aceh, Polisi Amankan Lokasi

Banjir Rendam 28 Rumah di Subulussalam, Jembatan Terancam Ambruk

BPTU-HPT Indrapuri Buka Ruang Kritik untuk Perbaiki Layanan Peternakan

Ia merinci, pada 2008 terdapat 10 kasus yang terdiri dari sembilan kasus HIV dan satu kasus AIDS. Angka itu meningkat menjadi 36 kasus pada 2018, dengan rincian 31 kasus HIV dan lima kasus AIDS.

Pada 2024, tercatat 147 kasus, terdiri dari 104 kasus HIV dan 43 kasus AIDS. Sementara hingga Agustus 2026, terdapat 68 kasus, yakni 49 kasus HIV dan 19 kasus AIDS.

“Setiap tahun angkanya terus menunjukkan peningkatan. Jika dibandingkan dengan 2008 yang hanya terdapat 10 kasus, hingga 2026 jumlah kumulatif sudah mencapai 942 kasus. Artinya, terjadi peningkatan hingga 94 kali lipat,” ujar Farid.

Menurut Farid, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat edukasi kepada kelompok remaja. Ia meminta kader remaja Posyandu tidak hanya memahami informasi mengenai HIV/AIDS, tetapi juga mampu menyampaikannya kepada teman sebaya dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Sebagai anak muda, adik-adik harus memiliki peran dalam menjaga Kota Banda Aceh. Sebab, yang paling banyak terdampak adalah generasi mereka sendiri, yaitu generasi muda,” katanya.

Farid mengatakan, edukasi kepada remaja perlu diarahkan pada tiga hal, yakni mengenali risiko, mencegah penularan, dan menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Menurutnya, pengetahuan menjadi salah satu modal penting agar remaja dapat memahami perilaku berisiko dan cara menjaga kesehatan. Upaya pencegahan, kata dia, juga perlu dilakukan melalui edukasi, penguatan nilai agama, dan pola hidup sehat.

Selain pencegahan, Farid menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap ODHA. Mereka, kata dia, tidak seharusnya dijauhi, tetapi perlu mendapatkan dukungan agar tidak takut menjalani pengobatan.

“Jangan sampai mereka tidak berobat karena malu dan takut dikucilkan. Islam mengajarkan kita untuk saling menyayangi,” ujarnya.

Ia juga mendorong para kader remaja Posyandu menjadi edukator sebaya setelah kembali ke gampong masing-masing. Para peserta diminta meneruskan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan kepada teman dan masyarakat.

“Setelah pelatihan ini, pulang ke gampong dan sampaikan kepada setidaknya 10 teman tentang bahaya serta cara pencegahan HIV/AIDS,” pesan Farid.

Farid juga mengingatkan para kader untuk menjadi contoh sebagai Remaja Sehat Banda Aceh dengan menjauhi rokok, vape, NAPZA, serta perilaku berisiko.

Kegiatan “Hidup Sehat, Remaja Bebas HIV/AIDS” berlangsung selama dua hari, 29–30 September 2026, dan diikuti 50 remaja dari wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam dan Puskesmas Lampulo. Materi yang diberikan mencakup perilaku berisiko remaja, narkoba, HIV/AIDS, serta pola hidup sehat.

Farid menilai pembekalan tersebut bukan sekadar kegiatan edukasi, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan di kalangan generasi muda.

“Kami di DPRK, khususnya Komisi IV, akan terus mendukung program seperti ini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan Banda Aceh hebat, remaja sehat, dan keluarga kuat,” ujarnya.

Tags: Dinkes Banda AcehFarid Nyak UmarHIV/AIDS Banda AcehKader RemajaPosyandu
Previous Post

Desak Made Raih Emas Keempat Indonesia, Pecahkan Rekor Asian Games

Related Posts

Dinkes Banda Aceh Temukan 9,22 Persen Remaja Putri Anemia

by Riska Zulfira
25 September 2026
0

MASAKINI.CO - Hasil skrining kesehatan di Kota Banda Aceh menunjukkan masih ditemukan anemia pada remaja putri. Dari siswi kelas VII...

PHBS di Rumah Dimulai dari Kebiasaan Sederhana, Ini Indikatornya

by Riska Zulfira
19 September 2026
0

MASAKINI.CO – Kebiasaan menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan sabun hingga tidak merokok di dalam rumah ternyata menjadi bagian dari...

Diabetes Mulai Menyerang Usia Muda, Kebiasaan Minum Soft Drink Perlu Diwaspadai

by Riska Zulfira
12 September 2026
0

MASAKINI.CO – Diabetes mulai ditemukan pada kelompok usia produktif hingga remaja di tengah perubahan pola hidup masyarakat. Kebiasaan mengonsumsi minuman...

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co