MASAKINI.CO – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh bersama Balai Kesehatan memeriksa lima aspek kesehatan lingkungan di Asrama Haji Kelas I Aceh menjelang pelaksanaan embarkasi haji. Pemeriksaan tersebut meliputi sanitasi bangunan, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah, kondisi dapur, hingga pengendalian vektor penyakit.
Inspeksi Kesehatan Lingkungan Pra Embarkasi Tahap I itu dilaksanakan bersama Balai Karantina Kesehatan (BKK) dan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh selama dua hari, Selasa hingga Rabu (27-28/10/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan lingkungan asrama memenuhi persyaratan kesehatan sebelum digunakan sebagai tempat transit dan pemberangkatan calon jemaah haji.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan dan pengamatan terhadap sanitasi bangunan serta fasilitas umum, penyediaan air bersih dan air minum, pengelolaan sampah dan limbah, kondisi dapur dan penyehatan makanan, serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit.
Hasil pemeriksaan dan temuan di lapangan kemudian dicatat sebagai bahan evaluasi serta penyusunan rekomendasi perbaikan bagi pengelola Asrama Haji Kelas I Aceh.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Teuku Meurah Azhari, mengatakan pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh fasilitas asrama memenuhi standar kesehatan lingkungan.
“Sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi calon jemaah haji selama berada di asrama, serta mencegah risiko penularan penyakit sebelum keberangkatan ke Tanah Suci,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Inspeksi tersebut merupakan bagian dari upaya penyelenggaraan kesehatan haji sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 62 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Haji.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan mendukung pembinaan, pengawasan, dan pemeriksaan kesehatan lingkungan secara berkala untuk menunjang penyelenggaraan ibadah haji yang aman dan sehat.









Discussion about this post