MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Impor Beras Tembus 7 Juta Ton, Produksi Nasional Naik Jadi 34,69 Juta Ton

Riska Zulfira by Riska Zulfira
25 Oktober 2026
in Nasional
0

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mencoba memotong padi | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Produksi beras Indonesia meningkat menjadi 34,69 juta ton pada 2025, naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 30,62 juta ton. Kenaikan ini menjadi modal pemerintah memperkuat swasembada pangan setelah Indonesia mengimpor lebih dari 7 juta ton beras sepanjang 2023–2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor beras Indonesia mencapai 3,06 juta ton pada 2023 dan melonjak menjadi 4,52 juta ton pada 2024. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga pasokan beras nasional di tengah tekanan perubahan iklim terhadap produksi pertanian.

RelatedPosts

Bahlil Ancam Evaluasi Ekspor Gas ke Negara yang Tak Hargai Indonesia

BNPB Catat 2.179 Bencana Sepanjang 2026, Karhutla Capai 1.000 Kejadian

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Pesantren

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, target swasembada pangan yang semula direncanakan dalam empat tahun dipercepat menjadi satu tahun. Presiden Prabowo kemudian mendeklarasikan swasembada pangan pada 7 Januari 2026 di Karawang, Jawa Barat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan produksi didukung kebijakan dari hulu hingga hilir, mulai dari pembenahan pupuk bersubsidi, rehabilitasi irigasi, penggunaan teknologi pertanian, hingga penyerapan hasil panen petani.

“Capaian pangan tidak lahir dari satu kebijakan atau satu institusi. Ini adalah hasil kerja bersama, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BULOG, hingga aparat penegak hukum,” kata Amran.

Untuk memperkuat produksi, pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton pada 2026 dengan sasaran lebih dari 16 juta petani. Sebelumnya, harga pupuk bersubsidi diturunkan 20 persen mulai 22 Oktober 2025.

Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram. Pemerintah juga menyederhanakan 145 regulasi yang dinilai menghambat distribusi pupuk.

Selain pupuk, pemerintah melaporkan rehabilitasi irigasi seluas 280.880 hektare dengan realisasi 99,93 persen pada tahap pertama. Untuk 2026, Kementerian Pertanian menyiapkan pompanisasi pada lahan seluas 2,2 juta hektare dan rehabilitasi irigasi sekitar 1 juta hektare guna mendukung produksi di tengah risiko iklim.

Pemerintah juga memperkuat penyerapan hasil panen melalui Perum BULOG. Hingga 8 Oktober 2026, pengadaan gabah dan beras dalam negeri mencapai 4.115.014 ton setara beras, melampaui target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.

Pengadaan tersebut membantu memperkuat Cadangan Beras Pemerintah sekaligus mendukung penyerapan hasil panen petani. Namun, angka pengadaan BULOG tidak sama dengan produksi nasional karena hanya mencakup gabah dan beras yang diserap perusahaan.

Kenaikan produksi juga terjadi pada komoditas jagung. Pada 2025, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen mencapai 16,16 juta ton, meningkat 6,74 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 15,14 juta ton.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi pekerjaan lanjutan untuk mengurangi ketergantungan impor pada sejumlah komoditas, terutama kedelai, bawang putih, dan daging sapi.

Amran menegaskan peningkatan produksi harus diikuti upaya menjaga keberlanjutan swasembada, memperbaiki kesejahteraan petani, dan memastikan masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau.

“Target kita bukan hanya swasembada sesaat, tetapi kemandirian pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Tags: Andi Amran SulaimanBulogimpor berasketahanan panganMenteri PertanianPrabowo-Gibranproduksi berasProduksi JagungSwasembada Pangan
Previous Post

Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Turun Jadi Rp7,47 Juta per Mayam

Next Post

Meuseuraya Festival 2026 Buka Akses Pasar bagi 150 UMKM Aceh

Related Posts

Menkeu: Beras Ilegal Bisa Rugikan Petani dan Konsumen

by Ali L
22 September 2026
0

MASAKINI.CO – Masuknya beras secara ilegal ke Indonesia dinilai dapat merugikan petani sekaligus mengganggu upaya pemerintah menjaga swasembada pangan. Menteri...

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

by Riska Zulfira
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 60.027 keluarga penerima manfaat (PBP) di Kabupaten Aceh Besar akan menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum...

Mentan Tinjau Sentra Benih Kopi Gayo, Aceh Perkuat Hilirisasi dan Produktivitas

by Ahmad Mufti
15 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau sentra produksi benih kopi arabika di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten...

Next Post

Meuseuraya Festival 2026 Buka Akses Pasar bagi 150 UMKM Aceh

Discussion about this post

CERITA

Desa Wisata Ulee Lheue Tawarkan Sensasi Ngopi di Atas Perahu

22 Oktober 2026

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co