MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang laut lebih dari empat meter di sejumlah wilayah perairan Aceh hingga 31 Oktober 2026. Nelayan dan operator kapal diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi risiko keselamatan akibat gelombang tinggi.
Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh melalui surat peringatan potensi gelombang laut ekstrem menyebut kondisi atmosfer di perairan Aceh dipengaruhi pola angin dengan kecepatan berkisar 6–18 knot. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan.
Selain itu, belokan angin dan pusat tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia bagian barat Aceh turut memengaruhi kondisi tersebut. Pengaruh gelombang Rossby dan Kelvin juga disebut dapat meningkatkan tinggi gelombang di perairan Aceh.
Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi perairan Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Nagan Raya, dan Simeulue, termasuk perairan sekitar Pulau Banyak dan Pulau Weh.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi gelombang melalui kanal resmi BMKG. Nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di laut diminta mempertimbangkan kondisi perairan sebelum melakukan pelayaran atau penyeberangan.
Masyarakat juga diimbau menghindari aktivitas di laut apabila kondisi gelombang berpotensi membahayakan keselamatan.







Discussion about this post