MASAKINI.CO – Tidak semua gempa bumi berpotensi memicu tsunami. Gempa yang dapat menimbulkan gelombang tsunami umumnya memiliki karakteristik khusus, yakni berpusat di laut, berkedalaman dangkal, serta memiliki mekanisme patahan tertentu.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Besar, Rudin, menjelaskan bahwa berdasarkan kedalamannya, gempa bumi terbagi menjadi tiga kategori, yaitu gempa dangkal, menengah, dan dalam.
Gempa dangkal memiliki kedalaman hingga 60 kilometer, gempa menengah lebih dari 60 hingga 300 kilometer, sedangkan gempa dalam berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer.
Menurut Rudin, gempa yang berpotensi memicu tsunami umumnya merupakan gempa dangkal dengan pusat di laut dan mekanisme patahan berupa sesar naik atau sesar turun.
“Kalau yang dapat memicu tsunami itu gempa dangkal yang memang pusat episentrumnya berpusat di laut, dengan model patahan bisa sesar turun atau sesar naik. Yang dapat memicu tsunami itu punya spesifikasi tertentu,” ujarnya.
Selain memahami karakteristik gempa, Rudin meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya saat terjadi gempa. Informasi hoaks kerap beredar dan berpotensi menimbulkan kepanikan, meskipun guncangan yang terjadi relatif singkat.
“Biasa kalau ada gempa meskipun kecil atau boleh dikata dengan gempa dua sampai lima detik, banyak yang memanfaatkan untuk menjadi berita hoaks,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan, terutama di sekitar lereng terjal, agar mewaspadai potensi longsor akibat guncangan gempa.
Rudin mengimbau masyarakat mengutamakan informasi dari sumber resmi, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Waspadai gerakan tanah, hoaks, longsor, dan selalu mencari informasi yang sifatnya benar dan dapat dipertanggungjawabkan, bisa dari BPBD, bisa dari BMKG,” tuturnya.










Discussion about this post