MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, April 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

PGRI Aceh Diminta Mampu Tingkatkan Kompetensi Guru

Redaksi by Redaksi
12 Oktober 2022
in Daerah
0
PGRI Aceh Diminta Mampu Tingkatkan Kompetensi Guru

Kadisdik Aceh, Alhudri, saat membuka workshop Program Mandatori PGRI Lingkar Belajar di Banda Aceh. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri, mengatakan kemandirian dan independensi guru adalah hak mutlak yang dibutuhkan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di Aceh. Untuk mendorong hal ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diminta berperan mengembangkan kompetensi guru.

“Sebagai wadah persatuan, PGRI perlu didorong mengorganisir para guru untuk lebih meningkatkan kompetensi. Kekuatan dan kebersamaan para guru di Aceh adalah kunci untuk meraih kejayaan pendidikan di Aceh,” kata Alhudri saat membuka workshop Program Mandatori PGRI Lingkar Belajar di Banda Aceh, Selasa (11/10/2022).

RelatedPosts

Tiga Perempuan Driver Sabu di Aceh Barat Ditangkap Polisi

Satpol PP-WH Tertibkan Muda-Mudi Nongkrong Hingga Dini Hari

Petani di Aceh Utara Ditemukan Meninggal Dunia, Miliki Riwayat Penyakit

Alhudri menyebut saat ini dunia pendidikan tersandera oleh banyak kepentingan yang bertolak belakang dari tujuan pendidikan. Sejumlah kepentingan pendidikan dipengaruhi oleh kepentingan strategis pihak lain, dan hal ini tidak hanya terjadi di Aceh.

Tarik menarik kepentingan itu juga mengabaikan sejumlah pencapaian siswa di Aceh di tingkat nasional. Sorotan dan kritik terhadap dunia pendidikan Aceh sering kali tidak diikuti dengan solusi sebagai usaha bersama meningkatkan kualitas pendidikan Aceh.

“Tarik menarik kepentingan model ini merupakan fenomena lumrah di negara-negara berkembang,” ujar Alhudri.

Namun noktah hitam ini dapat dihilangkan secara bertahap, dengan mendorong peran PGRI yang lebih optimal.

Organisasi ini dapat menjadi pendorong agar kebijakan di sektor pendidikan, di pelbagai level kebijakan, benar-benar bermanfaat sepenuhnya bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Aceh.

Alhuduri juga berharap PGRI dapat menjadi payung yang melindungi para guru dan menjadi sarana persatuan guru untuk mengontrol kebijakan pemerintah lebih terarah. Terutama dalam menjadikan insan Aceh yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi insan lain.

“Parameter pendidikan adalah terciptanya manusia yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi manusia yang lain,” katanya.

Sesuai dengan tema workshop: mewujudkan PGRI kuat, independen, demokratis, dan sinambung, Alhudri berharap organisasi ini benar-benar menjadi wadah persatuan para guru.

Dia juga berharap agar PGRI menggelar pelatihan-pelatihan dan menjadi wadah berdiskusi untuk melahirkan ide-ide baru yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Acara ini dihadiri oleh para kepala bidang di Dinas Pendidikan Aceh, kepala dinas pendidikan kota/kabupaten, serta pengurus PGRI Aceh dan daerah.

Tags: Disdik AcehguruPGRI
Previous Post

Brigjen Samsul Bahri Resmi Jabat Wakapolda Aceh

Next Post

Malam Ini Ada Pertunjukan Seni di Taman Budaya Aceh

Related Posts

Pemkab Aceh Besar Segera Proses Pencairan Tunjangan Guru

by Riska Zulfira
27 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) segera diproses setelah tahapan verifikasi data dinyatakan...

Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

by Aininadhirah
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengeluarkan surat edaran baru Nomor: 100.3.4/1772/2026 terkait aturan penggunaan gawai di lingkungan sekolah....

Disdik Aceh Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Dilarang Pakai Ponsel Saat Jam Belajar

by Riska Zulfira
9 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Pendidikan Aceh menetapkan pengaturan ketat terkait penggunaan gawai atau handphone di lingkungan satuan pendidikan. Kebijakan ini menegaskan...

Next Post

Malam Ini Ada Pertunjukan Seni di Taman Budaya Aceh

Kisah Petani Kopi di Takengon, Dibina BRI Hingga Ekspor ke Amerika

Kisah Petani Kopi di Takengon, Dibina BRI Hingga Ekspor ke Amerika

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co