MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Maret 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Negara Maju Alokasikan US$600 Miliar untuk Pembangunan Negara Berkembang

Ali L by Ali L
16 November 2022
in Nasional
0
Negara Maju Alokasikan US$600 Miliar untuk Pembangunan Negara Berkembang

Presiden Joko Widodo di KTT G20. (foto: masakini.co/Ali L)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Negara maju yang tergabung dalam Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur.

Dana berupa hibah dan pinjaman sebesar US$600 miliar ini, dapat digunakan negara berkembang dan negara miskin hingga lima tahun kedepan. Sehingga negara berkembang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan global.

RelatedPosts

Musim Mudik Lebaran, Pemerintah Resmi Berlakukan Pembatasan Truk Mulai Pekan Depan

Kualitas Suara Speaker Masjid yang Baik, Bantu Jemaah Memahami Makna Ibadah

Mulai 28 Maret, Anak Usia di Bawah 16 Tahun Dilarang Miliki Akun Instagram-TikTok

“Pembangunan infrastruktur perlu memberdayakan masyarakat dan ekonomi setempat agar memiliki rasa kepemilikan yang tinggi,” ujar Presiden Joko Widodo, selaku Presidensi G20 Indonesia pada Selasa (15/11/2022) kemarin.

Alokasi dana tersebut untuk mendukung pembiayaan proyek baru PGII diantaranya Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar US$ 20 miliar bagi Indonesia, Indonesia Millenium Challenge Corporation (MCC) Compact sebesar US$ 698 juta, Trilateral Support for Digital Infrastructure melalui kemitraan Australia dan Jepang untuk proyek digital, mengamankan rantai pasokan mineral kritis di Brazil, pengembangan energi surya di Honduras serta investasi bagi infrastruktur kesehatan bagi India.

Presiden Joko Widodo selaku Presidensi G20 Indonesia menekankan, PGII dalam mendukung pembangunan infrastruktur di negara berkembang harus didasarkan pada paradigma kolaborasi.

Melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk swasta dan menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan dan mendukung transisi energi.

Kemampuan negara berkembang dan negara miskin untuk membangun infrastruktur di tengah-tengah krisis multidimensional global yang terjadi, menjadi tantangan bagi kebijakan fiskal.

Dalam pertemuan kepala negara di Bali, Indonesia cukup intens membawa sejumlah isu untuk mendukung pemulihan ekonomi bagi negara berkembang dan negara miskin.

Restrukturisasi utang dan pembangunan infrastruktur bagi negara berkembang dan negara miskin menjadi fokus Indonesia dalam Preisidensi G20 2022.

“PGII tidak hanya menanamkan modalnya untuk pembangunan infrastruktur, namun kami juga berinvestasi bagi kapasitas lokal mitra kami,” ujar Presiden Komisi Eropa Ursula Gertrud von der Leyen.

PGII adalah upaya kolaboratif negara G7 yakni Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada dan Prancis, yang dibentuk pada Juni 2021 saat KTT G7 ke-47 di Inggris.

Tags: KTT G20Negara BerkembangNegara MajuPresiden Joko Widodo
Previous Post

Nasib Rohingya yang Terdampar di Daratan Aceh Masih Terkatung-katung

Next Post

Suku Seediq, Suku Asli Taiwan yang Mirip Seperti Suku Nias

Related Posts

Ratusan Penari Disiapkan untuk Peresmian Gedung AMANAH di Aceh 

Ratusan Penari Disiapkan untuk Peresmian Gedung AMANAH di Aceh 

by Alfath Asmunda
19 Agustus 2024
0

MASAKINI.CO - Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) membuka audisi penari untuk acara peresmian Gedung AMANAH. Ratusan penari akan disiapkan...

Pemprov Aceh Minta Agung Laksono Bisiki Presiden Perpanjang Dana Otsus

Pemprov Aceh Minta Agung Laksono Bisiki Presiden Perpanjang Dana Otsus

by Alfath Asmunda
9 Agustus 2024
0

MASAKINI.CO - Kepada anggota Dewan Pertimbangan Presiden (wantimpres), Agung Laksono, Pemerintah Aceh meminta dia membisiki Presiden Joko Widodo agar Dana...

Presiden Jokowi: Saya Tidak Akan Berkampanye di Pemilu 2024

Presiden Jokowi: Saya Tidak Akan Berkampanye di Pemilu 2024

by Alfath Asmunda
7 Februari 2024
0

MASAKINI.CO - Meski sempat menyatakan bahwa Kepala Negara boleh berkampanye dan memihak ke salah satu pasangan calon presiden dan wakil...

Next Post
Suku Seediq, Suku Asli Taiwan yang Mirip Seperti Suku Nias

Suku Seediq, Suku Asli Taiwan yang Mirip Seperti Suku Nias

Kompak, Pj Wali Kota & Ketua TP PKK Sabang Kunjungi Posyandu Iboih

Kompak, Pj Wali Kota & Ketua TP PKK Sabang Kunjungi Posyandu Iboih

Discussion about this post

CERITA

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co