MASAKINI.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat penutupan perlintasan sebidang berisiko tinggi di berbagai daerah. Hingga 2 Juni 2026, sebanyak 116 dari 172 perlintasan sebidang prioritas telah ditutup, atau setara 67 persen dari target nasional.
Sisa 56 titik perlintasan masih dalam proses penyelesaian melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, hingga masyarakat setempat.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan setiap perlintasan yang ditutup telah melalui kajian keselamatan secara menyeluruh untuk meminimalkan potensi kecelakaan di jalur kereta api maupun jalan raya.
“Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujar Anne, mengutip infopublik.id, Jumat (5/6/2026).
Penutupan perlintasan ini merupakan bagian dari penanganan 1.810 perlintasan tidak terjaga yang tersebar di wilayah operasi KAI. Dari jumlah tersebut, 172 perlintasan dengan lebar jalan di bawah dua meter ditetapkan sebagai prioritas penutupan karena memiliki tingkat risiko tinggi.
Sementara itu, 1.638 perlintasan lainnya akan ditangani melalui peningkatan sistem keselamatan sesuai kondisi masing-masing lokasi.
Anne menyebut capaian penutupan 116 titik menunjukkan penguatan kolaborasi antara KAI, pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam mendukung keselamatan transportasi nasional.
Data KAI mencatat, sepanjang 2023 hingga 24 Mei 2026 terjadi 1.074 kecelakaan di perlintasan sebidang dengan 964 korban. Dari jumlah itu, 370 orang meninggal dunia, 247 luka berat, dan 347 luka ringan.
Sebanyak 80 persen kecelakaan terjadi di perlintasan tidak terjaga, sementara 88 persen dipicu oleh pengendara yang menerobos saat kereta melintas.
KAI menegaskan, penutupan perlintasan merupakan langkah pencegahan untuk menekan risiko kecelakaan di masa mendatang. Meski dampaknya tidak langsung dirasakan, setiap titik yang ditutup dinilai berarti menghilangkan satu potensi kecelakaan.
“Keselamatan selalu dimulai dari langkah pencegahan. Karena itu, dukungan masyarakat sangat penting agar perlintasan yang sudah ditutup tidak dibuka kembali secara mandiri,” kata Anne.
KAI memastikan akan terus mempercepat penutupan 56 titik yang tersisa agar target 172 perlintasan prioritas dapat segera tuntas, sebagai bagian dari upaya menciptakan perjalanan kereta api yang lebih aman dan tertib.





Discussion about this post