MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh menegaskan pengawasan yang dilakukan saat pelaksanaan Salat Jumat lebih mengutamakan pendekatan edukatif dan pembinaan dibandingkan tindakan penindakan terhadap masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghormati waktu ibadah Jumat sekaligus mendukung penerapan syariat Islam di Kota Banda Aceh.
Sekretaris Satpol PP-WH Banda Aceh, Evendi, mengatakan petugas yang turun ke lapangan tidak melakukan penyitaan terhadap barang dagangan pedagang yang masih beraktivitas saat waktu Salat Jumat berlangsung.
“Untuk razia jumatan, tidak kita ambil barang-barang dagangannya, hanya pada pembinaan saja,” kata Evendi, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, petugas lebih mengedepankan imbauan dan edukasi kepada pedagang agar menghentikan sementara aktivitas jual beli selama pelaksanaan Salat Jumat. Pendekatan persuasif dinilai lebih efektif untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan yang berlaku.
Selain menyasar pedagang, pengawasan juga dilakukan terhadap masyarakat yang masih berada di warung kopi ketika waktu Salat Jumat telah tiba.
“Razia Jumat itu biasanya yang masih di warung kopi untuk diarahkan mengikuti jumatan,” ujarnya.
Evendi menjelaskan, petugas akan memberikan arahan secara langsung kepada warga yang masih berada di warung kopi agar segera menuju masjid untuk menunaikan Salat Jumat. Pengawasan rutin tersebut dilakukan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kota Banda Aceh.
Ia menilai kepatuhan terhadap pelaksanaan Salat Jumat tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari upaya bersama dalam menjaga ketertiban umum dan menghormati nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh.
Karena itu, Satpol PP-WH terus mengedepankan pola pembinaan daripada penindakan. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan memahami bahwa pengawasan yang dilakukan bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan.
“Kita lebih mengutamakan pembinaan dan mengingatkan masyarakat agar menghormati waktu ibadah Jumat,” kata Evendi.









Discussion about this post