MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Mei 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Desa Wisata Nilam Rintisan Ranto Sabon, Masuk Dua Puluh Besar Program Pendampingan Terbaik di Indonesia

Redaksi by Redaksi
23 November 2020
in Daerah, News
0
Desa Wisata Nilam Rintisan Ranto Sabon, Masuk Dua Puluh Besar  Program Pendampingan Terbaik di Indonesia

Tim juri dari Kemenparekraf datang berkunjung ke Ranto Sabon, Aceh Jaya, pada Minggu (22/10) untuk menilai lokasi desa wisata. (foto: untuk masakini.co )

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Universitas Syiah Kuala, melalui pendampingan desa wisata, berhasil mengantarkan Desa Wisata Nilam Ranto Sabon menjadi salah satu dari dua puluh pendampingan perguruan tinggi desa wisata terbaik di Indonesia.

Program pendampingan ini adalah salah satu program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkerja sama dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

RelatedPosts

Tribute untuk Nyawöung Digelar di Banda Aceh, Musik Etnik Jadi Ruang Rawat Identitas Budaya

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah 2026

Aceh Besar Miliki 222 Titik KDKMP, 21 Unit Sudah Rampung

Sebagai tindak lanjut dari nominasi, tim juri dari Kemenparekraf datang berkunjung ke Ranto Sabon Minggu (22/10) kemarin untuk menilai lokasi desa wisata.

Para tamu disambut dengan Tarian Ranup Lampuan dan hidangan hasil masakan Ibu-ibu di desa setempat. Ranto Sabon merupakan desa wisata rintisan yang berbasis edukasi Nilam.

Salah seorang tim dewan juri dari Kemenpar dan Ekraf, Budi Setiawan, berpesan, kolaborasi itu kunci suksesnya sebuah program desa wisata. “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membekali masyarakat agar dapat mempersiapkan diri menjadi bagian dari desa wisata, diantaranya yang utama adalah fasilitas home stay dan toilet serta  kuliner yang lezat dan higienis,” katanya.

Sementara itu, juri lainnya, Heryadi Darmawan mengapresiasi prestasi 20 besar nasional yang diperoleh Unsyiah. Desa wisata Nilam yang langsung masuk dua puluh besar di tahun pertama partisipasi dalam program ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa.

“Namun masih ada banyak pekerjaan rumah Bapak-Ibu untuk terus mendampingi desa ini, agar dapat terus berkembang menjadi desa wisata yang baik. Keragaman jurusan yang ada di Unsyiah bisa menjadi nilai tambah yang sangat baik jika dapat disinergikan’, jelas Heriadi.

Dalam kesempatan yang sama, Atsiri Research Centre (ARC) Unsyiah bersama Bank Indonesia Perwakilan Aceh melalui Program Local Economic Development (LED), juga menggelar workshop pelatihan pembuatan produk turunan nilam termasuk parfum, sabun cuci piring dan hand sanitizers.

Pelatihan ini diikuti oleh pemuda/i di Desa Ranto Sabon. Diharapkan, keterampilan pelatihan yang diperoleh dapat menjadi pemasukan tambahan bagi masyarakat.

“Semoga dengan banyaknya program dari Unsyiah dan ARC di desa Ranto Sabon ini, masyarakat mau ikut berperan aktif mengembangkan potensi diri di masa yang akan datang. Karena jika program ini berhasil, tentu perekonomian masyarakat juga akan bertambah,” ujar Syarkani, Camat Sampoiniet Aceh Jaya.

Dalam kesempatan tersebut, Istri Bupati Aceh Jaya, turut menghadiahkan kain baju dengan motif disain Pucok Oen Nilam, kepada 4 orang tim Kemenparekraf. Disain Pucok Oen Nilam merupakan disain terbaik dalam kompetisi Dekranas Propinsi Aceh tahun 2020.

Sementara itu Koordinator lapangan tim pendamping dari Unsyiah untuk Desa Wisata Nilam Ranto Sabon, Friesca Erwan menyampaikan, Desa Wisata Nilam akan menjadi sarana efektif bagi masyarakat untuk memasarkan produk gampong Ranto Sabon khususnya produk turunan nilam hasil binaan ARC Unsyiah dan produk masyarakat lainnya.

“Kami berharap masyarakat Ranto Sabon Aceh Jaya dapat meningkat kesejahteraannya melalui program Desa Wisata ini”, Ujar Friesca yang juga merupakan Dosen Teknik Industri Unsyiah jebolan Queenland University of Technology Australia ini. []

Tags: Atsiri Research Centre (ARC) Unsyiahdesa wisataDesa Wisata Nilam Rintisan Ranto SabonKemenparekrafProgram Pendampingan Terbaik perguruan tinggiUniversitas Syiah Kuala
Previous Post

Forum Komite Sekolah Setuju Sekolah Kembali Buka Januari 2021

Next Post

VIDEO | Kerumunan Sebabkan Kasus Covid di Beberapa Daerah Meningkat

Related Posts

Mahasiswa USK Ikuti Seminar Editing Video Untuk Penguatan Dakwah Digital

by Riska Zulfira
3 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) dari berbagai jurusan mengikuti seminar dasar editing video. Kegiatan ini difokuskan...

BlindVision Hadir di SLB Negeri Banda Aceh, Tongkat Pintar Bantu Mobilitas Siswa Tunanetra

by Redaksi
1 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Inovasi teknologi berbasis kepedulian sosial kembali lahir dari kampus. Tim Yareuu dari Universitas Syiah Kuala memperkenalkan BlindVision, tongkat...

Produk Olahan Warga Terdampak Banjir Aceh Timur Dipasarkan di Eksis Ramadan USK

by Riska Zulfira
20 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Produk olahan warga terdampak banjir di Desa Seuneubok Simpang, Aceh Timur, resmi dipasarkan dalam ajang Exsis Ramadhan USK...

Next Post
VIDEO | Kerumunan Sebabkan Kasus Covid di Beberapa Daerah Meningkat

VIDEO | Kerumunan Sebabkan Kasus Covid di Beberapa Daerah Meningkat

MOTION | Januari 2021 Sekolah Boleh Tatap Muka

MOTION | Januari 2021 Sekolah Boleh Tatap Muka

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co