MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) masih kerap ditemukan di berbagai ruang publik di ibu kota Provinsi Aceh.
Kepala Satpol PP-WH Banda Aceh, M Rizal, mengatakan hasil pemantauan petugas menunjukkan bahwa kondisi ekonomi dan keterbatasan lapangan pekerjaan menjadi faktor yang paling dominan.
“Faktor utama yang menyebabkan keberadaan PMKS di lokasi tersebut adalah tingginya interaksi dengan masyarakat yang berpotensi memberikan bantuan, kondisi ekonomi, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta faktor sosial lainnya,” ujar Rizal, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, lokasi yang ramai aktivitas masyarakat menjadi pilihan PMKS karena dinilai memberikan peluang lebih besar untuk memperoleh bantuan atau belas kasihan dari pengguna jalan maupun pengunjung kawasan publik.
Rizal menjelaskan, persoalan PMKS tidak dapat diselesaikan hanya melalui penertiban semata, tetapi juga membutuhkan pendekatan sosial dan pembinaan yang berkelanjutan melalui instansi terkait.
“Karena itu penanganannya harus dilakukan secara terpadu, tidak hanya penertiban di lapangan tetapi juga melalui pembinaan dan rehabilitasi oleh instansi yang berwenang,” ujarnya.
Ia menambahkan, Satpol PP-WH Banda Aceh akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan PMKS berjalan lebih efektif, sehingga keberadaan mereka di ruang publik dapat diminimalisir tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.
Menurut Rizal, dukungan masyarakat juga diperlukan dalam upaya mengurangi keberadaan PMKS di ruang publik. Dengan penanganan yang terintegrasi, pemerintah berharap persoalan sosial tersebut dapat ditangani secara lebih berkelanjutan sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat di Kota Banda Aceh.









Discussion about this post