MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Februari 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pemerintah Aceh Gelar Baksos di Desa Terpencil di Aceh Jaya

Masa Kini by Masa Kini
16 Juli 2019
in Daerah
0
Pemerintah Aceh Gelar Baksos di Desa Terpencil di Aceh Jaya
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh melakukan serangkaian agenda bakti sosial di Gampong Bintah, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya, Selasa 16/07. Kegiatan yang berlangsung di desa terpencil itu dilakukan berbarengan dengan Jambore Tagana ke 15.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyebutkan bakti sosial merupakan agenda rutin pemerintah Aceh. Sebelum baksos di Bintah, pemerintah Aceh juga telah melakukan agenda serupa di beberapa daerah lainnya di Aceh. “Tujuannya agar masyarakat menyadari bahwa negara hadir di desa,” kata Nova.

RelatedPosts

Wali Kota Banda Aceh Instruksikan Pelayanan Publik dan Penguatan Syariat Islam Optimal Selama Ramadan

Personel Satpol PP WH Banda Aceh Perketat Pengawasan Selama Ramadan

Ayo Ramaikan Peukan Raya Ramadhan 2026 x Pekan QRIS Ramadhan Pasar Atjeh

Bintah merupakan desa yang sedikit jauh dari pusat kota. Akses menuju ke sana harus menggunakan rakit. Semula, ada sebuah jembatan gantung yang menghubungkan desa Bintah dengan Gampong Tuwie Priya. Namun, kata Nurdin warga setempat, jembatan gantung rangka baja itu ambruk dibawa banjir bandang sekitar beberapa tahun lalu.

“Sekarang kalau menyeberang ya pakai rakit,” kata Nurdin. Rakit di Bintah merupakan aset milik gampong yang dikelola secara mandiri. Mereka mengambil ongkos Rp.2.000 per sekali menyeberang. Sementara jika mengangkut sepeda motor harus membayar Rp.10.000 untuk ongkos bolak-balik.

Bukannya tanpa perhatian. Pemerintah rutin menganggarkan rupiah untuk pembangunan jembatan penghubung, sejak tahun 2015 lalu. Abutment jembatan pun sudah dibangun, tinggal membangun dua pilar di tengah sungai untuk menghubungkan Bintah dengan Tuwie Priya. Kekurangan dana pembangunan jembatan sekira 9 miliar dari total anggaran 36 miliar.

“Jembatan Bintah harus selesai 100 persen tahun 2020. Jangan mundur dari tahun itu,” kata Nova. Ikut dalam rombongan para kepala SKPA dan Kepala P2K Pemerintah Aceh, Takwallah. Kepada mereka Nova meminta agar anggaran tahun 2020 sebagian disisihkan untuk pembangunan jembatan Bintah.

Nova menyebutkan, agenda baksos di Bintah menjadi momentum awal di mana kegiatan-kegiatan serupa akan rutin dilaksanakan. Nova meminta agar pemerintah Kabupaten Aceh Jaya beserta kepala dinas terkait untuk melanjutkan kegiatan untuk mengatasi berbagai permasalah di Bintah.

“Hari ini kita datang dengan 15 dokter spesialis. Rakyat harus mendapat perhatian, itu hak mereka,” kata Nova. “Sejak hari ini sampai ke depan, atasi setiap masalah di setiap sektor.”

Selain memberikan akses kesehatan gratis bagi warga Bintah, pemerintah juga memberikan pelayanan administrasi kependudukan terpadu bagi warga. Mereka diberikan kesempatan merekam dan mencetak KTP elektronik, Kartu Identitas Anak, akta kelahiran dan kartu keluarga. Dalam dua hari layanan, tercatat lebih dari 100 warga yang merekam data kependudukan di Bintah.

Nova meminta agar seluruh masyarakat Bintah memanfaatkan kegiatan tersebut. “Kalau tidak ada NIK yang tercantum dalam KTP, banyak program yang tidak bisa kita akses,” kata Nova.

Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB, menyebutkan Nova Iriansyah merupakan gubernur pertama yang datang berkunjung ke Desa Bintah. “Seumur Indonesia merdeka, baru ini. Apresiasi kami atas ketersediaan bapak ke mari,” kata bupati Irfan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, menyebutkan pihaknya melakukan Baksos dan Jambore Tagana dengan bersinergi bersama beberapa SKPA. Di antara dinas yang terlibat adalah Dinas Pangan, Dinas Perkebunan dan Tanaman Pangan, Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan dan Dinas Registrasi Kependudukan.

Selain itu, mereka juga dibantu oleh CSR beberapa perusahaan seperti PT. Mifa Bersaudara, Bank Aceh, Bank BRI dan Pegadaian. Perusahaan-perusahaan tersebut membantu membangun layanan MCK sebanyak 96 unit.

“Warga di sini tidak ada MCK. Hanya di rumah pak kepala desa yang ada MCK nya,” kata Alhudri. Ia berharap, dengan bantuan yang diberikan tersebut bisa membuat masyarakat sadar bahwa menggunakan MCK yang bersih merupakan awal hidup sehat. []

Tags: Baksos Pemerintah AcehJambore Tagana
Previous Post

Korban Pelanggaran HAM Aceh Ungkap Kesaksian Penyiksaan

Next Post

Plt Gubernur: Strategi Mitigasi Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Related Posts

Bupati Aceh Jaya Buka Bhakti Sosial dan Jambore Tagana

Bupati Aceh Jaya Buka Bhakti Sosial dan Jambore Tagana

by Masa Kini
13 Juli 2019
0

MASAKINI.CO - Bupati Kabupaten Aceh Jaya, T. Irfan TB, membuka Bhakti Sosial dan Jambore Tagana yang akan berlangsung sejak 13-16...

Next Post
Plt Gubernur: Strategi Mitigasi Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Plt Gubernur: Strategi Mitigasi Harus Dipersiapkan Sejak Dini

KontraS Desak Pemerintah Aceh Perhatikan KKR

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co