MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Dyah Erti: Kasab Jangan Hanya untuk Produk Adat

Masa Kini by Masa Kini
20 Juli 2019
in Daerah
0
Dyah Erti: Kasab Jangan Hanya untuk Produk Adat
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wakil Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati meminta perajin sulaman benang emas atau kasab untuk memproduksi kerajinan yang tidak terpaku pada produk adat semata. Jika diproduksi dengan desain modern dan elegan, kasab diyakini akan menjadi produk yang punya peminat yang banyak serta punya nilai jual tinggi.

“Produk kerajinan ini tidak bisa bertahan jika tidak ada inovasi,” kata Dyah saat mengunjungi Desa Kerajinan Kasab di Gampong Panton, Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu 20/07.

RelatedPosts

Rencong Aceh, Dari Senjata Bersejarah Menjadi Simbol Identitas yang Terlindungi

Wagub Aceh Tinjau Jalan Rp24 Miliar di Pidie, Warga Tak Lagi Gunakan Sampan

Temuan 20 Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar, Tiga Hektare Dimusnahkan

“Pastinya lebih menarik jika desain menarik dan kualitas produknya baik. Perpaduan warna benang dan inovasi desain harus kekinian,” kata Dyah.

Perajin Gampong Panton di bawah binaan Dekranasda Aceh Jaya langsung menjawab tantangan Dyah. Saat kedatangan Dyah, mereka langsung melaunching beberapa produk baru perpaduan kasab dengan barang lainnya: ada tas, dompet hingga baju.

“Ada beberapa motif baru yang kami perkenalkan. Motif di model ini pembuatannya dilatih oleh Dekranasda Aceh,” kata Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Jaya, Ernani Wijaya. Dari beberapa model produk, ada satu yang menarik, yaitu kombinasi kain songket Lamno dan kasab Teunom.

Dyah Erti memuji kualitas kasab Gampong Panton. “Alhamdulillah banya,k kemajuan. Kualitas sulaman berbeda dengan tahun kemarin,” kata Dyah.

Kerapatan dari sulaman benang menurut Dyah sudah sangat rapi. Inovasi produk pun juga lebih banyak. Namun demikian, ia meminta agar desain-desain minimalis dipertimbangkan untuk diproduksi. “Masyarakat moderen sekarang suka yang minimalis. Jangan rame kali warnanya.”

Jika diproduksi dengan bagus dan volume yang banyak, kasab asal Panton diyakini akan membawa income yang tinggi bagi masyarakat. “Harapan kami desa ini jadi desa kerajinan terbaik,” kata Dyah meminta Dekranasda Aceh Jaya untuk terus membina Gampong Panton.

Sementara itu, Ernani Wijaya, mengatakan Desa Panton merupakan desa kerajinan berprestasi. Dua tahun berulang Desa Panton menjadi terbaik kedua desa kerajinan se Aceh. “Tahun ini tahun ketiga Desa Panton ikut mewakili Aceh Jaya,” kata Ernani.

Kasab, kata Ernani, merupakan kerajinan rakyat yang mulai langka. Padahal kasab punya potensi ekonomi kerakyatan yang tinggi. Karena itu, pihaknya terus melatih kader Dekranasda di Aceh Jaya, sehingga regenerasi pembuat kasab tetap terjaga. []

Tags: Dekranasda AcehKasab Tradisional Aceh
Previous Post

Persiraja Dukung Iwan Bule Ketua Umum PSSI

Next Post

Tujuh Fakta di Balik Kemenangan Persiraja

Related Posts

Motif Lokal, Pasar Global: Fitri Souvenir dari Pidie Tembus Pasar Dunia

Motif Lokal, Pasar Global: Fitri Souvenir dari Pidie Tembus Pasar Dunia

by Alfath Asmunda
23 April 2025
0

MASAKINI.CO - Produk kerajinan tangan dari Aceh kembali membuktikan daya saingnya di pasar global. Fitri Souvenir, UMKM asal Gampong Garot...

Dekranasda Aceh Hidupkan Industri Sutera Lewat Penanaman Murbei

Dekranasda Aceh Hidupkan Industri Sutera Lewat Penanaman Murbei

by Alfath Asmunda
17 April 2025
0

MASAKINI.CO - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Marlina Muzakir, memimpin penanaman perdana tanaman murbei di Gampong Siem, Kecamatan...

Pengrajin Kasab di Pango Deah Banda Aceh Didorong Terus Berinovasi

Pengrajin Kasab di Pango Deah Banda Aceh Didorong Terus Berinovasi

by Alfath Asmunda
8 Oktober 2024
0

MASAKINI.CO - Pengrajin kasab di Gampong Pango Deah, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, didorong untuk terus berinovasi dalam menciptakan...

Next Post

Tujuh Fakta di Balik Kemenangan Persiraja

Jamaah Haji Aceh Tiba di Makkah

Jamaah Haji Aceh Tiba di Makkah

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co