MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Sabang bersama UNICEF meluncurkan program Gerakan Untuk Anak Sehat (Geunaseh) Sabang. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai IV Kantor Walikota Sabang, Kamis (10/10).
Wali Kota Sabang, Nazaruddin mengatakan Geunaseh dilaksanakan Pemerintah Kota Sabang dengan didukung UNICEF Perwakilan Aceh, dan Flower Aceh sebagai mitra pelaksana. Program itu, upaya terpadu untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting.
Menurutnya, penanganan malnutrisi dan stunting di Kota Sabang harus ditangani secara terintegrasi agar tidak menyebabkan berbagai masalah lanjutan terkait gizi, sehingga berdampak pada ancaman kehilangan generasi sehat.
Ia menjelaskan Geunaseh Sabang merupakan program layanan bantuan tunai untuk penanganan malnutrisi. Tujuannya meningkatkan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan, bagi seluruh anak sabang yang berumur 0 – 6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai.
“Pelaksanaan program Geunaseh Sabang dan pengentasan permasalahan malnutrisi atau stunting melalui pendekatan multi-sektoral ini didukung pula UNICEF Perwakilan Aceh,” sebut wali kota yang akrap disapa Tgk Agam tersebut.
Ia menambahkan, bantuan dari program Geunaseh Sabang diharapkan bisa menjadi penopang pendapatan keluarga penerima untuk digunakan memenuhi kebutuhan dasar anak. Program ini juga merupakan salah satu komponen dari program pengentasan permasalahan malnutrisi terintegrasi.
Selain itu, melengkapi program Beasiswa Pendidikan Kota Sabang yang sudah diberikan ke seluruh siswa/siswi di Kota Sabang umur 7 – 18 tahun yang bersekolah.
“Ini program respon cepat terhadap tingginya jumlah kasus malnutrisi dan stunting di Sabang,” kata Nazaruddin.
Berdasarkan data aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), pada tahun 2018 angka stunting balita di Kota Sabang mencapai 540 dari 2.037 balita atau sebesar 26.5 persen atau satu dari empat balita di kota Sabang mengalami stunting.
Jumlah ini melampaui batasan yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO) sebesar 20 persen. Ia juga menyebutkan terobosan melalui Geunaseh Sabang sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang telah meluncurkan gerakan nasional Percepatan Perbaikan Gizi (PPG).
Percepatan itu ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional PPG dalam Kerangka 1000 Hari Pertama Kehidupan. Selain itu, indikator dan target pengentasan malnutrisi, khususnya stunting, merupakan sasaran pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015-2019 dan Rencana Aksi Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2017-2019.
Mengakhiri sambutannya, Nazaruddin menegaskan akan pentingnya dukungan dan komitmen dari SKPK, pemerintah gampong, masyarakat dan pihak terkait lainnya untuk dapat konsisten menekan angka kejadian malnutrisi dan stunting pada anak di Kota Sabang.
Ia juga menghimbau agar koordinasi lintas sektor dapat ditingkatkan. Selain itu, perlu juga dilakukan evaluasi bersama atas pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilakukan guna perbaikan kedepannya.

Apresiasi UNICEF Indonesia
Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini, memberikan apresiasi terhadap terobosan program yang diprakarsai Pemerintah Kota Sabang. Ia berharap program Geunaseh Sabang dapat pula diduplikasikan oleh kabupaten/kota lainnya di Aceh.
Ia menyebutkan hari ini, Pemerintah Kota Sabang mengambil langkah lebih maju untuk menjadi kota sejahtera, dengan meluncurkan rencana perlindungan sosial Geunaseh Sabang. Didanai secara lokal, untuk semua anak sejak lahir hingga usia 6 tahun.
Ini berarti akan mencakup sekitar 4.000 anak. Dengan program ini pula, Pemerintah Kota Sabang memberikan contoh pengentasan permasalahan malnutrisi dan kemiskinan anak di Aceh dan juga di luar, karena pelajaran yang dipetik dari program ini agar dapat direplikasi dan ditingkatkan.
Debora juga mengucapkan selamat pada Kota Sabang, karena menjadi pemimpin kelas dunia untuk anak-anak dan membangun fondasi yang kuat untuk Sabang di masa depan.
“Berinvestasi pada anak-anak hari ini, adalah sebuah investasi untuk masa depan Sabang,” sebutnya.
Tak hanya memperkenalkan tujuan dan nama program Geunaseh Sabang, pada peluncuran program tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis Rekening Bank Geunaseh Sabang pada Perwakilan Penerima Manfaat dari 18 Gampong se-Kota Sabang. Turut dimeriahkan serangkaian kegiatan menarik lainnya.[Advertorial]
Fakta-fakta Geunaseh Sabang
– Berdasarkan pendataan tahun 2018, setiap 1 dari 4 balita di Kota Sabang mengalami stunting.
– Fakta ini berdasarkan data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat pada tahun 2018 yang menyebutkan sebanyak 540 dari 2.037 balita di Kota Sabang mengalami malnutrisi dan stunting, atau sebesar 26,5% (data tahun 2018).
– Geunaseh Sabang merupakan layanan yang diberikan oleh pemerintah sabang untuk meningkatkan gizi serta kesehatan anak dalam upaya pencegahan malnutrisi, termasuk stunting.
– Geunaseh Sabang berorientasi pada upaya peningkatan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan bagi seluruh anak sabang, berumur 0 – 6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai kepada keluarga yang memiliki anak dengan usia 0 sampai dengan 6 tahun.
Kriteria Anak Penerima Guenaseh Sabang
1. usia 0-6 tahun (bila telah menginjak 6 tahun, transfer dana dihentikan pada bulan berikutnya)
2. Tinggal dan menetap di Sabang
3. Memiliki akte kelahiran
4. Nama anak ada dalam kartu keluarga yang orang tua atau walinya ber-ktp Kota Sabang
Transfer Dana
1. Dana disalurkan melalui Bank Aceh Syariah Kota Sabang
2. Besarnya Rp150.000 peranak perbulan
3. Dana dapat diambil melalui mesin ATM atau teller bank
Cara pendaftaran
1. Setiap anak usia 0-6 tahun otomatis menjadi penerima Geunaseh Sabang apabila sudah terdaftar didata kependudukan.
2. Bila anak belum terdaftar didata kependudukan, orang tua atau wali harap lapor ke Dsidukcapil Kota Sabang atau dapat melalui keuchik.










Discussion about this post