MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Sengkarut Kartu Prakerja, Ombudsman RI: Kenapa Tidak Ada Skema Lelang?

Pasalnya, proses penunjukan pihak pelaksana tidak melalui proses tender atau lelang.

Masa Kini by Masa Kini
1 Mei 2020
in Headline, Nasional, News
0
Sengkarut Kartu Prakerja, Ombudsman RI: Kenapa Tidak Ada Skema Lelang?
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Anggota Ombudsman RI, Ahmad Alamsyah Saragih, menyoroti kehadiran program Kartu Prakerja yang digagas pemerintah yang di dalamnya terdapat pelatihan berbasis daring. Pasalnya, proses penunjukan pihak pelaksana tidak melalui proses tender atau lelang.

“Sebagai seorang penyelenggara anda memiliki opsi apakah jasa pelatihan online prakerja diadakan melalui skema lelang atau tidak. Jika tidak mau repot dengan lelang, diperlukan anggaran sebesar saat ini dan terkesan canggih. Jika lelang mungkin agak lambat sedikit tapi lebih terukur,” kata Alamsyah di Jakarta, Jumat (1/5).

RelatedPosts

Arus Kendaraan di Tol Sibanceh Tembus 9 Ribu Lebih Selama Libur Panjang

40 Mobil Hias Meriahkan Pawai Takbiran, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lambaro

Jemaah Haji Asal Aceh Tamiang Wafat di Arafah, Total Dua Jemaah Aceh Meninggal di Tanah Suci

Alamsyah memandang, terkait proses tender atau lelang memang punya proses yang lumayan lama dan panjang. Terlebih, hal ini memilia ongkos atau biaya yang harus dikeluarkan dalam tahapan ini hingga akhirnya diputuskan siapa pemenangnya oleh pemerintah.

“Kerepotan Anda memiliki nilai ekonomis. Jika Anda tak mau repot maka Anda harus membayar orang yang mau menanggung kerepotan anda tersebut. Ini hukum ekonomi biasa. Masalahnya menjadi lain jika ternyata untuk pengalihan kerepotan sebagai penyelenggara tersebut Anda membayar jauh lebih mahal dan dengan uang publik pula. Anda akan disebut sebagai pemboros anggaran,” tuturnya. .

“Mana yang lebih baik? Mungkin cara paling sederhana adalah melihat potensi pemborosan anggaran, mengingat negara sedang perlu banyak anggaran untuk safety net masa pandemi dan kegiatan lainnya,” sambung dia.

Pria yang disapa Alamsyah ini, kemudian menganalogikan proses tersebut yakni apakah lelang terbuka atau buang badan. Misalnya, jika ada 1900-an modul atau digenakan sebanyak 2000 dengan total anggaran mencapai Rp5,6 triliun. Namun, jika melalui lelang anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp2,8 miliar per modul pelatihan online.

Didapiti, jika setelah melalui suatu lelang terbuka diperoleh penawaran senilai rata-rata Rp800 juta/modul, maka ada penghematan Rp2 miliar per modul. Sehingga total penghematan bisa mencapai Rp4 triliun jika Rp,2 miliar dikalikan 2.000 modul. Selanjutnya mungkin pelatihan online bisa digelar penyelenggara.

“Silahkan nilai sendiri apakah memproduksi modul buat mpek-mpek berikut instrumen test kelulusannya capai harga Rp800 juta per modul? Begitu juga modul pelatihan menulis untuk calon jurnalis sampai dengan penilaian kelulusan, apakah biaya produksinya sampai Rp800 juta per modul?” paparnya.

Dia menilai, kehadiran program pemerintah ini di tengah pandemi virus corona (Covid-19) telah menimbulkan masalah hingga menjadi polemim. Namun demikian, dirinya punya cara untuk menyelesaikan persoalan ini dengan baik dan bijak.

“Bagaimana menyelesaikan kisruh ini?Tahap pertama adalah menemukan maladministrasi. Tahap kedua baru kerugian negara. Tahap ketiga institusi penegak hukum silahkan masuk,” imbuhnya.

“Sebelum ketiga tahap tersebut berlangsung dan meluas, saran saya hentikan dulu program kartu prakerja ini dan lebur dananya agar bisa lebih bermanfaat,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menyarankan pemerintah sebaiknya fokus mengkonsolidasi dan mengintegrasikan bansos yang ada agar lebih maksimal. Ini supaya tak terlalu banyak variasi, skemanya menjadi lebih sederhana dan kontekstual, dan nilainya tidak terlalu kecil Rp600 ribu per kepala keluarga.

“Program ini ibarat pesawat bagus yang belum selesai dirakit, dipaksa terbang dan landing di tempat salah pula. Mungkin selain diperlukan waktu untuk memperbaikinya juga tidak pas untuk tetap memaksakan diri menerapkannya di masa pandemi ini,” pungkasnya. [Ahlul Fikri]

Tags: Ahmad Alamsyah Saragihcorona virusCovid-19Kartu PrakerjaKartu Prakerja JokowiKomisioner OmbudsmanOmbudsmanOmbudsman RIPandemipemerintah
Previous Post

Ramadan Tak Biasa, Muslim Lembah Himalaya Kosongkan Masjid

Next Post

Kemenperin Tegaskan Aktivitas Industri dan Protokol Kesehatan harus Sejalan, Begini Fakta Riilnya

Related Posts

116 Sekolah di Bireuen Direvitalisasi, Pemerintah Kucurkan Rp167,4 Miliar

by Riska Zulfira
11 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah mulai merealisasikan program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh dengan total nilai bantuan...

Flower Desak Pemerintah Respons Cepat Bencana Banjir di Aceh

by Ulfah
29 November 2025
0

MASAKINI.CO - Flower Aceh mendesak pemerintah untuk merespons cepat tepat, dan terukur terhadap situasi banjir di Sumatra termasuk Aceh, mengingat...

Dugaan Keracunan MBG, Pemerintah Pastikan Keamanan Pangan dan Lindungi Masyarakat

Dugaan Keracunan MBG, Pemerintah Pastikan Keamanan Pangan dan Lindungi Masyarakat

by Redaksi
8 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti secara serius seluruh laporan terkait dugaan kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Jelang Ramadan, 300 Fasilitas Publik Diguyur Disinfektan

Kemenperin Tegaskan Aktivitas Industri dan Protokol Kesehatan harus Sejalan, Begini Fakta Riilnya

Gempa Magnitudo 5,0 Terjadi di Laut Sinabang

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co