MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Besok, For-JAK Bahas 15 Tahun Damai Aceh ‘Seperti Belanda’

Masa Kini by Masa Kini
23 Oktober 2020
in Daerah, News
0
Besok, For-JAK Bahas 15 Tahun Damai Aceh ‘Seperti Belanda’
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Forum Jurnalis Aceh Jakarta (For-JAK) menggelar peluncuran dan diskusi buku berjudul ‘Seperti Belanda: Dari Konflik Aceh ke MoU Helsinki’ secara online, pada Sabtu 24 Oktober 2020 pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Acara ini dimeriahkan dengan penampilan artis senior Christine Hakim dan aktor Teuku Rifnu Wikana.

RelatedPosts

Foto Tragis Gajah Aceh Hantarkan Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026

Terekam CCTV, PKL yang Kuasai Trotoar dan Bahu Jalan Ulee Lheue Ditertibkan

IDI Aceh Naik Tajam, Kini Tertinggi di Sumatera

Penerbitan buku dalam rangka 15 tahun perdamaian Aceh (15 Agustus 2005-15 Agustus 2020) diisinisiasi oleh Saifullah S atau Pilo Poly yang juga pengurus Divisi Hubungan Eksternal For-JAK.

“Walaupun melenceng dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya, yakni 15 Agustus 2020, namun pada akhirnya buku ini diluncurkan juga melalui For-JAK,” kata Pilo Poly yang juga Project Officer Peluncuran dan Diskusi Buku ‘Seperti Belanda’ di Jakarta, Jumat (23/10).

Pilo Poly menjelaskan, buku ‘Seperti Belanda’ memuat berbagai puisi yang menitikberatkan pada tiga tema utama, yakni Konflik Aceh, Tsunami, hingga Perjanjian Damai RI-GAM.

“Konflik Aceh menjadi sejarah penting bagi Tanah Rencong. Konflik antara RI-GAM itu berakhir setelah tsunami pada 26 Desember 2004, di mana kemudian RI dan GAM sepakat menekan perjanjian damai di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005,” kata penyair muda Aceh ini.

Menurut Pilo, tiga kejadian itu adalah bagian penting dari transformasi perubahan Aceh hingga saat ini.

Buku ini mencoba untuk mengajak para penyair baik dari Aceh dan luar Aceh untuk menulis tiga tema besar tersebut, untuk melihat sejauh mana para penyair Indonesia mengetahui tentang Aceh.

“Meski pun sudah banyak pula yang menulis hal serupa, tapi buku ini berbeda karena terdapat berbagai keberagaman sudut pandang lantaran ditulis oleh penyair yang bukan berasal dari daerah konfik,” jelas dia.

Pilo menambahkan, dengan membaca buku ‘Seperti Belanda’, kita dapat memahami bagaimana para penyair mencoba untuk masuk ke ranah yang tidak biasa dalam penulisan karya mereka dan hal itu tidak mudah.

Namun, mereka yang telah lolos kurasi dalam buku ini dapat mempertahankan kekuatan karya mereka. “Dan inilah yang menjadikan buku ini menjadi semakin menarik dan perlu dibicarakan kembali,” kata Pilo.

Peluncuran buku tersebut disertai dengan webinar bertajuk “Aceh di Mata Sastrawan Indonesia” dan penampilan hikayat oleh Agus Nuramal (PMTOH). Acara juga dimeriahkan oleh pembacaan puisi oleh Christine Hakim, Teuku Rifnu Wikana dan aktivis perempuan Debra H Yatim.

Diskusi menghadirkan narasumber tiga sastrawan yakni Kurnia Effendi, Putra Gara, Ni Wayan Idayati. Kemudian pengamat sosial politik Fachry Ali. Diskusi akan dipandu oleh jurnalis senior Fikar W. Eda yang juga Pembina For-JAK.

“Selain itu, kita juga memberikan ruang kepada para penulis puisi di buku ‘Seperti Belanda’ untuk mendeklamasikan puisi mereka. Nama-nama yang dipilih untuk tampil adalah mereka yang mewakili daerah masing-masing penyairnya,” kata Pilo Poly.

Pilo menjelaskan, ada 12 provinsi ditambah 1 negara (Brunai Darussalam) yang dipilih untuk berpartisipasi antara lain, LK Ara mewakili Aceh, Raudah Jambak (Sumut), Dheni Kurnia (Riau), Syarifuddin Arifin (Sumut), Rida K. Liamsi (Kepri), Pringadi Abdi Surya (Sumsel), Isbedy Stiawan ZS (Lampung), Willy Ana (Bengkulu), Irawan Sandhya Wiraatmadja (DKI Jakarta), D Zawawi Imron (Jawa Timur), Jumari HS (Jawa Tengah), Zulfaisal Putera (Kalimantan Selatan), dan Sonsonjan A. Khan (Brunai Darussalam).

“Terakhir, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyair yang sudah berkontribusi atas buku ini. Juga kepada pihak-pihak yang telah membantu dari awal mulai pengumpulan karya, percetakan, hingga peluncuran buku ini,” tutupnya.[Ali L]

Previous Post

MOTION | Menteri Ketenagakerjaan Luncurkan MangCovid

Next Post

Operasi Yustisi Jaring 1.875 Pelanggar Protokol Covid

Related Posts

Foto Tragis Gajah Aceh Hantarkan Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026

by Ahmad Mufti
8 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Kerusakan habitat gajah Sumatra di Aceh yang terekam dalam rangkaian foto memilukan mengantarkan fotografer AFP Biro Jakarta, Chaideer...

Terekam CCTV, PKL yang Kuasai Trotoar dan Bahu Jalan Ulee Lheue Ditertibkan

by Riska Zulfira
8 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh menertibkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL)...

IDI Aceh Naik Tajam, Kini Tertinggi di Sumatera

by Ahmad Mufti
8 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Aceh tahun 2025 mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Aceh meraih...

Next Post
Pelanggaran Protokol Kesehatan Menurun 40 Persen di Kecamatan Meuraxa

Operasi Yustisi Jaring 1.875 Pelanggar Protokol Covid

Terpapar Covid-19, Wakil Dekan FKH Unsyiah Meninggal Dunia

Empat Penderita Covid Meninggal di Aceh Utara

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co