MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

7 Tahun Terakhir, Sebanyak 46 Gajah Sumatera Mati di Aceh

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
13 Agustus 2021
in News
0
Warga Tangse Diseruduk Gajah Liar

Ilustrasi gajah sumatera. (foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kurun waktu tujuh tahun terakhir, sebanyak 46 gajah Sumatera mati di Aceh. Perburuan liar dan konflik dengan manusia, jadi pemicu utama tingginya angka kematian satwa dilindungi itu.

“Untuk kasus kematian gajah cukup tinggi. Dalam kurun waktu (tujuh tahun) itu ada 46 kasus kematian gajah yang kita catat,” kata Kepala Balai Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera, Subhan dalam sebuah webinar yang digelar Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh, Kamis (12/8/2021) kemarin.

RelatedPosts

Hampir Empat Tahun Buron, Terpidana Pemerkosaan Anak Ditangkap di Aceh Besar

Harga Emas Perhiasan Turun Rp20 Ribu, Emas Batangan Justru Menguat

Pernah Juara II MTQ Nasional, Dosen USK Kembali Wakili Aceh di MTQ KORPRI 2026

Dia menyebut, kurun waktu 2015 sampai 2021 tercatat sebanyak 528 kasus konflik gajah liar dengan manusia terjadi di Aceh.

Katanya, pada tahun 2015 sebanyak 49 kasus, 2016 sebanyak 44 kasus, 2017 sebanyak 103 kasus, 2018 sebanyak 73 kasus.

Sementara 2019 sebanyak 107 kasus, 2020 sebanyak 130 kasus dan dari Januari sampai Agustus 2021 baru sebanyak 76 kasus.

Subhan menuturkan, penyebab tingginya angka kematian dan konflik gajah itu dikarenakan maraknya kasus perambahan hutan, alih fungsi hutan dan praktik penebangan liar.

“Ini harus menjadi perhatian. Kasus-kasus perburuan liar, juga jadi resiko tinggi akan menyusutnya jumlah satwa kunci di Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Aceh, Abdul Hanan tak menampik data yang disodorkan Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera itu. Menurutnya memang sebanyak 57 persen penyebab kematian gajah di Aceh akibat adanya konflik dengan masyarakat.

“Sekitar 10 persen akibat perburuan dan 33 persen mati alami,” ujarnya.

Menurut Abdul Hanan untuk mencegah agar konflik satwa ini tidak berkelanjutan, pemerintah perlu menciptakan penataan ruang dengan mempertimbangkan habitat satwa di Aceh. Semisal, pembuatan fasilitas tempat minum atau tempat berkubang dan mandi satwa.

Tags: Balai Gakkum SumateraGajah SumateraSatwa Dilindungi
Previous Post

Tim SAR Gabungan Alami Kendala Cuaca Saat Evakuasi Warga Tersesat di Hutan Aceh Tengah

Next Post

Hari UMKM Nasional, Begini Dukungan Nyata Pekerja BRI untuk Pelaku Usaha

Related Posts

Pengangkut Satwa Dilindungi Divonis 3 Tahun Penjara

by Riska Zulfira
22 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pengadilan Negeri Idi menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada Agussalim, terdakwa kasus pengangkutan satwa liar dilindungi yang berhasil...

Perdagangan Ilegal Picu Penurunan Populasi Satwa Dilindungi

by Riska Zulfira
12 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Perdagangan dan penyelundupan satwa liar dilindungi masih menjadi ancaman serius terhadap kelestarian fauna di Indonesia. Praktik ilegal tersebut...

Bea Cukai Langsa Bongkar Ancaman Perdagangan Satwa Dilindungi, Masyarakat Diminta Aktif Cegah Penyelundupan

by Ahmad Mufti
12 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Bea Cukai Langsa bersama Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya perdagangan ilegal tumbuhan...

Next Post
Pencairan BPUM Hanya Satu kali untuk 1 NIK, Simak Manfaat Reservasi Online

Hari UMKM Nasional, Begini Dukungan Nyata Pekerja BRI untuk Pelaku Usaha

Polres Simeulue Cek Ketersediaan “Alat Perang” Lawan Covid-19 di RSUD

Polres Simeulue Cek Ketersediaan "Alat Perang" Lawan Covid-19 di RSUD

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co