MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

DPRA Minta Petugas Vaksinator Kedepankan Pendekatan Persuasif 

Usai Kejadian Amuk Warga di Abdya

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
29 September 2021
in News
0
DPRA Minta Petugas Vaksinator Kedepankan Pendekatan Persuasif 

Ratusan warga di PPI Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Abdya, mengamuk dan mengusir tim vaksinator Covid-19 karena diduga memaksa warga untuk divaksin, Selasa 28/9/2021. (foto: Akmal untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin mengomentari aksi pembubaran paksa vaksinator dari Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya (Abdya) oleh ratusan warga yang berada di PPI Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Selasa (28/9/2021) kemarin.

Dia menyebut amukan warga itu terjadi karena strategi pendekatan yang dilakukan salah dan belum massifnya sosialisasi vaksinasi yang dilakukan pemerintah setempat.

RelatedPosts

Pawai Muharram Dongkrak Rezeki Pedagang Musiman di Masjid Raya Baiturrahman

Satpol PP-WH Banda Aceh Petakan Titik Rawan PMKS, Gepeng Masih Mendominasi

Jemaah Haji Aceh Wafat Bertambah Jadi 10 Orang, Sebanyak 11 Masih Dirawat di Tanah Suci

Harusnya, petugas kesehatan bisa terlebih dahulu melakukan pendekatan melalui kepala desa atau petugas PPI Ujong Serangga sebelum menurunkan tim vaksinator ke lokasi yang ditargetkan.

“Pendekatan yang dilakukan petugas kesehatan tidak dengan cara persuasif dan tidak didasari semangat kearifan lokal yang dimiliki di daerah setempat. Ini strategi pemerintah salah dan keliru,” katanya, Rabu (29/9/2021).

Harusnya petugas menyampaikan terlebih dahulu baik buruknya vaksinasi. Sehingga dengan sendirinya masyarakat akan mengikuti program vaksinasi tanpa merasa ada paksaan. “Ngapain dipaksa-paksa,” ujarnya.

Disisi lain, wakil rakyat di DPRA asal Aceh Barat Daya ini juga menyorot cara petugas vaksinasi mendatangi warga. Seharusnya program vaksinasi bisa dilakukan di Puskesmas atau meunasah gampong lebih steril.

Bukan dengan mendatangi langsung PPI Ujong Serangga, sehingga masyarakat yang ingin beli ikan merasa terancam dan berdampak pada terganggunya perputaran ekonomi masyarakat nelayan.

“Gara-gara dibuat poskonya disana (PPI Ujong Serangga). Kemudian model sistem paksa, orang tidak mau datang ke sana. Sikap dan kebijakan yang sedikit tidak populis ini harus ditinggalkan,” tegasnya.

Lembaga DPRA, tuturnya, sangat mendukung program vaksinasi dalam rangka memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Akan tetapi harus dilakukan dengan cara persuasif dan humanis. Jangan sampai karena mengejar target, lalu kegiatan vaksinasi mengganggu sendi-sendi kehidupan masyarakat. Apalagi selama pandemi ini masyarakat sudah sangat terjepit ekonomi.

“Saya sebagai putra daerah merasa kecewa dan minta kejadian ini tidak terulang lagi. Saya mendukung vaksin, tapi strategi pendekatannya harus dilakukan secara persuasif dan humanis. Jangan ada unsur paksaan,” pungkasnya.(Adv)

Tags: Aceh Barat DayaDPRAKecamatan SusohPPI Ujong Seranggatenaga kesehatanvaksin covid-19
Previous Post

Right Issue Oversubscribed, BRI Berhasil Kumpulkan Dana Rp95,9 triliun

Next Post

Sekda Paparkan Bahaya Covid-19 kepada Ulama di Aceh

Related Posts

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Sinabang

by Riska Zulfira
3 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Sinabang, Selasa (3/3/2026) siang. Getaran terasa cukup kuat di sejumlah daerah...

Pemkab Aceh Besar Tegaskan Tak Bisa Perpanjang SK Bakti Nakes, Terkendala Aturan ASN

by Riska Zulfira
15 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memberikan penjelasan menyusul aspirasi yang disampaikan tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan Pemkab Aceh Besar...

Next Post
Sekda Paparkan Bahaya Covid-19 kepada Ulama di Aceh

Sekda Paparkan Bahaya Covid-19 kepada Ulama di Aceh

Potret Pulau Enggano Kaya Potensi yang Terabaikan

Potret Pulau Enggano Kaya Potensi yang Terabaikan

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co