MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Rp29 Triliun Rights Issue BBRI Berasal dari Foreign Buy

Dirut Ungkap Kiat Suksesnya

Redaksi by Redaksi
6 Oktober 2021
in Nasional
0
Rp29 Triliun Rights Issue BBRI Berasal dari Foreign Buy

Direktur Utama BRI, Sunarso. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kesuksesan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar rights issue dengan nominal terbesar di Asia Tenggara, ketiga se-Asia dan menjadi nomor 7 secara global telah membuktikan kepercayaan dunia terhadap Indonesia.

Dari total dana tunai yang diperoleh dari investor publik, US$ 2 miliar atau sekitar Rp29 triliun diantaranya berasal dari investor asing, yang menaruh kepercayaannya kepada BRI.

RelatedPosts

TEP UI dan BPOM Dampingi Penyuling Minyak Lawang Papua Barat Tingkatkan Standar Produksi

BGN Resmikan 980 Dapur MBG di 16 Provinsi, Aceh Besar Jadi Pusat Kegiatan

Mandalika Lolos Standar Keselamatan FIM, Siap Gelar MotoGP 2026

Direktur Utama BRI Sunarso merinci total nilai rights issue perseroan adalah Rp95,9 triliun, yang sebesar Rp55 triliun di antaranya berupa non cash karena berbentuk inbreng saham pemerintah di PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Selebihnya, 41 triliun adalah dana tunai dari investor.

“Dan lebih menggembirakan lagi bahwa lebih dari 70% dari total Rp41 triliun itu atau sekitar US$ 2 miliar USD (sekitar Rp29 triliun) merupakan dana dari investor asing yang akan memperkuat devisa kita juga. Rights issue BRI ini pun mengalami oversubscribe sampai 1,53% dari total 28,2 miliar lembar saham yang di-terbitkan,” ujarnya.

Terkait kesuksesan tersebut, Sunarso mengatakan kiatnya adalah kejelasan visi dan strategi BRI ke depan dengan value proposition dari rights issue, yaitu penguatan ekosistem usaha ultra mikro nasional bersama PNM dan Pegadaian melalui Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) sebagai sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.

Dia menegaskan bahwa hal itu mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat core competency di segmen mikro dan UKM secara umum. Dengan menyasar segmen ultra mikro, BRI siap masuk ke segmen bisnis yang lebih kecil dari mikro atau go smaller namun dengan potensi ekonomi yang sangat besar.

Holding BUMN Ultra Mikro yang dibiayai hasil rights issue juga akan berkontribusi terhadap konsep-konsep pembangunan yang berdasarkan Environmental, Social, dan Governance (ESG). Di mana melalui pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro akan meningkatkan kapabilitas usaha di segmen ini, selain juga peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Selain itu, lanjut Sunarso, keberhasilan aksi korporasi tersebut pun tak terlepas dari komitmen tinggi dari para stakeholders terutama pemerintah Indonesia dan regulator untuk mendukung terbentuknya Holding BUMN UMi.

“Saya kira ini yang diapresiasi oleh investor publik dengan baik. Dan ini merupakan spirit bahwa sebenarnya struktur ataupun pilar ekonomi Indonesia memang masih mayoritas didukung oleh segmen yang kecil-kecil, terutama di UMKM, dan terutama lagi di ultra mikro yang masih banyak yang harus kita layani,” ujarnya.

Terkait potensi bisnis yang besar di ekosistem usaha UMi tersebut data Kementerian Koperasi dan UKM menyebut pada 2019 dari 65 juta usaha mikro atau 98,67% dari total usaha di Indonesia, terdapat sekitar 58 juta usaha ultra mikro di dalamnya. Namun hanya sekitar 20 juta usaha ultra mikro saja yang telah memperoleh akses pendanaan dari sumber formal seperti bank, BPR, perusahaan gadai, koperasi, maupun lembaga keuangan lainnya.

Dengan jumlah unit usaha yang besar itu, bisnis segmen mikro dan UMi di dalamnya mampu menyerap hingga 109,84 juta tenaga kerja di Tanah Air atau menyedot 89,04% dari total pekerja secara nasional. Sementara sumbangsihnya terhadap PDB sekitar 37,35%.

“Nanti secara keseluruhan porsi kredit mikro sendiri di BRI itu bisa 50% (dari total portofolio UMKM). Saat ini 40% mau menuju ke 45%. Tapi dengan bergabungnya dua saudara baru ini (Pegadaian dan PNM), yang spesialisasinya di ultra mikro, porsi di mikro dapat mencapai 50%. Sedangkan porsi di UMKM sekarang 80%, kita mau naikan menjadi 85%,” tuturnya menjelaskan.

Ke depan BRI berharap dapat mencapai visi sebagai “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia” dan menjadi “Champion of Financial Inclusion”. Pihaknya mengungkapkan bahwa value creation tidak hanya BRI saja tetapi melalui BRI Group, melalui holding, melalui anak-anak perusahaan.

“Dan kemudian kenapa kita ingin menjadi juara di financial inclusion? Karena BRI memang harus kembali ke core-nya. Maka menguasai mikro adalah dengan cara yang terbaik yaitu menjadi juara di financial inclusion itu sendiri,” pungkas Sunarso.[]

Tags: BBRIBRIHolding Ultra MikroMikroPegadaianPNMSinergiUMKM
Previous Post

Illiza Minta Guru Bisa Menjadi Motivator Para Siswa

Next Post

PPKM di Aceh Diperpanjang, Sampai Kapan?

Related Posts

Penataan Tgk Chik Pante Kulu Diarahkan Jadi Ruang Publik dan Penggerak UMKM

by Riska Zulfira
8 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Penataan Kawasan Jalan Tgk. Chik Pante Kulu, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh diarahkan tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur, tetapi...

Pemko Banda Aceh Dorong Koperasi Merah Putih Masuk Ekosistem Digital

by Riska Zulfira
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong Koperasi Merah Putih Syariah (KDMPS) mempercepat transformasi digital agar pengelolaan koperasi lebih tertata...

Pegadaian Resmikan The Gade Preneur Space di Banda Aceh, Jadi Ruang UMKM Naik Kelas

by Riska Zulfira
24 September 2026
0

MASAKINI.CO – PT Pegadaian meresmikan The Gade Preneur Space Aceh yang berlokasi di Jalan Sudirman, Gampong Geuceu Ineum, Kecamatan Meuraxa,...

Next Post
PPKM di Aceh Diperpanjang, Sampai Kapan?

PPKM di Aceh Diperpanjang, Sampai Kapan?

Program Geunaseh, Gerbang Anak-anak di Sabang Jadi Sehat

Program Geunaseh, Gerbang Anak-anak di Sabang Jadi Sehat

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co