MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Kian Terancam, Pemulihan Suaka Margasatwa Rawa Singkil Mendesak

Redaksi by Redaksi
4 November 2021
in Headline
0
Kian Terancam, Pemulihan Suaka Margasatwa Rawa Singkil Mendesak

Kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil. (foto: dok FJL Aceh)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Keberadaan hutan gambut di Aceh, khususnya Suaka Margasatwa Rawa Singkil kian terancam akibat perambahan maupun ekspansi perkebunan sawit ilegal. Rusaknya lahan gambut akan menimbulkan masalah pada aspek ekologi, ekonomi dan sosial.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi ”Masa Depan Rawa Singkil” yang digelar Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh secara virtual, Kamis (4/11/2021).

RelatedPosts

393 Jemaah Kloter Perdana Haji Aceh Diberangkatkan

Tuntutan Buruh Soal UMP dan Outsourcing, Pemerintah Tegaskan Ikut Aturan Pusat

Banda Aceh Siap Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Wali Kota Tunggu Aturan Teknis Pusat

Adapun pembicara dalam diskusi tersebut Kepala BKSDA Aceh, Direktur Konservasi Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), Kapolres Aceh Selatan, Koordinator Riset Pusat Riset Perubahan Iklim Aceh (ACCI) USK.

Kepala BKSA Aceh Agus Arianto, mengatakan, Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang berada di tiga kabupaten yakni Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam. Tiga daerah itu merupakan hutan rawa gambut bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser.

Ia mengatakan beberapa upaya perlindungan dan pengamanan telah dilakukan, seperti patroli melibatkan masyarakat serta polisi hutan wilayah rawa Singkil. Selain itu pihaknya juga berupaya melakukan pendampingan kepada masyarakat terhadap kelestarian rawa singkil.

Sejak tahun 2018, tuturnya, BKSDA Aceh melakukan restorasi terhadap blok-blok rehabilitasi. Dengan melakukan pemulihan secara alami pertumbuhannya yaitu dengan treatmen penanaman.

Selain itu,  pihaknya juga sudah melakukan pemulihan ekosistem wilayah di Aceh Selatan sejak tahun 2018 hingga 2021 sekitar 240 hektar lahan. Hal  Ini terus berlangsung hingga 2024.

“Upaya terus dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian rawa singkil, dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  agar harmonisasi antara masyarakat dan kelestarian alamnya tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Direktur Konservasi Yayasan Ekosistem Lestari M. Yacob Ishadamy,  mengatakan ekosistem gambut kritis, khususnya rawa Singkil sebagai habitat tersisa bagi Orang Utan.

Menurutnya, upaya yang perlu dilakukan terkhusus dari YEL mendampingi DLHK termasuk BKSDA menyusun rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.

Ia menambahkan, dengan potensi yang masih sangat minim dimanfaatkan saat ini yaitu isu ekonomi terutama di Singkil dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi.

“Pembangunan berkelanjutan, ekonomi dan sosialnya harus berimbang, tanpa merambah hutan Rawa Singkil,” ungkapnya.

Dari sisi penegakan, Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho, mengatakan dalam menyelamatkan Rawa Singkil, pihaknya melakukan berbagai cara yaitu preventif, seperti melakukan koordinasi dengan instansi terkait, menyosialisasi kepada masyarakat, kemudian melakukan Preventif seperti melakukan patroli bersama pihak BKSDA dan dinas kehutanan, inspeksi ke tempat-tempat yang diduga terjadi penebangan liar.

Koordinator riset Pusat Riset Perubahan Iklim Aceh (ACCI) USK Dr. Monalisa menyampaikan  perlindungan lahan gambut juga memperlambat laju pemanasan global.

Ia mengatakan permasalahan pengelolaan gambut di Aceh di antaranya terkait sosial politik, ekonomi, legislasi dan regulasi, tenurial, dan biosfik lingkungan.

“Gambut dan masyarakat sekitar tidak bisa dipisahkan. Kita melihat gambut menjadi ekosistem lahan basah. Terbentuk 10 ribu sampai 40 ribu tahun silam. Mengapa kemudian terbakar dan ketika terbakar sulit pulih,” ujarnya.

Dia mengatakan, tanah gambut telah ada sekitar 9600 hingga 9700 sebelum Masehi. Tanah gambut  akan terbentuk di sekitar rawa-rawa  saat terdapat tumbuhan yang mati, terjatuh dan terhambat proses pembusukannya. “Kondisi ini bisa dengan mudah terjadi kawasan sekitar rawa-rawa dikarenakan perairan di sekitarnya memiliki tingkat keasaman yang tinggi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Balai Gakkum Sumatera, Subhan mengatakan, persoalan rawa singkil tersebut sangat kompleks sehingga perlu diselesaikan dengan pendekatan secara komprehensif.

“Harus ada upaya yang serius, harus ada FGD secara berkelanjutan, sebenarnya saya berharap satu gambaran pemetaan secara menyeluruh terhadap Rawa Singkil. Solusi bukan  hanya penegakan hukum saja, tapi secara komprehensif yang melibatkan banyak pihak,” ujarnya.

Tags: acehAceh SingkilDeforestasiHutan GambutLahan GambutLingkunganSawitSuaka Margasatwa Rawa Singkil
Previous Post

Pembangunan Jalan Multiyears Gayo Lues ke Abdya Lampaui Target

Next Post

Akhir November, Banda Aceh Berlakukan E-Parkir di Peunayong

Related Posts

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

HUT ke-27 Aceh Singkil, Wagub Sorot Ketertinggalan dan Desak Percepatan Pembangunan

by Riska Zulfira
27 April 2026
0

MASAKINI.CO - Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil dimanfaatkan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, untuk menyoroti tantangan nyata pembangunan daerah...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Next Post
Akhir November, Banda Aceh Berlakukan E-Parkir di Peunayong

Akhir November, Banda Aceh Berlakukan E-Parkir di Peunayong

Banjir Kota Batu, BRI Tanggap Bencana Bantu Masyarakat Terdampak

Banjir Kota Batu, BRI Tanggap Bencana Bantu Masyarakat Terdampak

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co