MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

UI Olah Ampas Kopi Jadi Material Baterai Kendaraan Listrik

Redaksi by Redaksi
4 November 2021
in News
0
UI Olah Ampas Kopi Jadi Material Baterai Kendaraan Listrik

Ketua Tim Peneliti Baterai Lithium-Ion FTUI, Prof Anne Zulfia Syahrial. (sumber foto: Universitas Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tim Peneliti Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI) mengembangkan inovasi material baterai lithium ion untuk kendaraan listrik. Uniknya, material penyusun baterai yang dikembangkan terbuat dari limbah ampas kopi dan batok kelapa.

Limbah ampas kopi diolah menjadi grafen, sedangkan limbah batok kelapa diolah menjadi karbon aktif untuk ditambahkan pada material aktif anoda. Inovasi ini mampu membuat baterai yang dihasilkan memiliki bobot lebih ringan dan waktu pengisian daya yang lebih cepat.

RelatedPosts

Hampir Empat Tahun Buron, Terpidana Pemerkosaan Anak Ditangkap di Aceh Besar

Harga Emas Perhiasan Turun Rp20 Ribu, Emas Batangan Justru Menguat

Pernah Juara II MTQ Nasional, Dosen USK Kembali Wakili Aceh di MTQ KORPRI 2026

Ketua Tim Peneliti Baterai Lithium-Ion FTUI Anne Zulfia Syahrial menjelaskan baterai lithium ion ini dibuat dari material Lithium Titanate Oxide (LTO) yang dicampur dengan timah (Sn) dan karbon aktif (C). Serta, LTO yang dicampur dengan Silikon (Si) dan karbon aktif (C).

“Sehingga membentuk masing-masing komposit LTO/C-Sn dan LTO/C-Si sebagai material aktif anoda dan Lithium Ferro Phospate (LFP) sebagai material aktif katoda,” kata Anne, Rabu, (3/11/2021).

Anne menjelaskan LTO tidak rentan mengalami short circuit (korsleting) pada saat proses charging (pengisian electron). Arus listrik yang dihasilkan lebih stabil dan aman dibandingkan baterai Lithium Graphite yang umum banyak digunakan pada baterai kendaraan listrik saat ini.

Kelemahannya, kapasitas spesifik (LTO) di 175 mAh/g, lebih rendah dari grafit di 372 mAh/g. Ia mengatakan, tim mencoba mengatasi kelemahan ini dengan mencampurkan Sn atau Si dan karbon aktif dari limbah batok kelapa menjadi komposit.

“Kami juga mengolah ampas kopi menjadi grafen untuk dicampurkan dengan LTO,” jelasnya.

Anggota tim peneliti, Bambang Priyono menyebut ide pemanfaatan limbah ampas kopi untuk baterai Lithium Ion berawal saat tim peneliti melihat banyaknya sampah dari kopi yang tidak dimanfaatkan. Setelah dikaji, ternyata ampas kopi dapat diolah menjadi grafen untuk meningkatkan konduktivitas LTO pada baterai Lithium-Ion.

Pada limbah ampas kopi, tim menemukan kandungan partikel-partikel yang dapat menghasilkan nano partikel dengan kondisi surface area yang baik. Semakin baik kondisi kondisi surface area, semakin banyak ion masuk yang dapat menghasilkan tenaga yang lebih bagus juga.

Sementara, anggota tim peneliti lainnya, Nofrijon Sofyan, menerangkan, semakin besar bobot mobil, semakin rendah daya dorongnya. Konsumsi bahan bakar juga semakin besar.

Baterai lithium graphite yang ada saat ini, kata dia, lumayan berat. Makanya, untuk mengurangi bobot, tim mencoba mengembangkan material yang lebih ringan sehingga berat baterai dapat berkurang sampai mencapai target kami 200 kg.

“Tim kami juga sedang meneliti bagaimana agar waktu pengisian daya dapat lebih singkat seperti halnya pengisian bahan bakar pada kendaraan konvensional,” kata Nofrijon.

Keunggulan baterai Lithium-Ion dengan LTO yang dikembangkan yaitu bobotnya yang ringan dan waktu pengisian daya yang lebih cepat. Tim Peneliti FTUI memperkirakan baterai mobil listrik dengan LTO ini dapat mencapai bobot 200 kilogram, jauh lebih ringan dibandingkan dengan baterai berkapasitas sama yang ada saat ini dengan bobot kisaran 500 kilogram.

Dengan bobot yang ringan itu, jarak tempuh yang bisa dicapai mobil akan meningkat. Sementara waktu pengisian daya baterai saat ini adalah 30 menit dengan target kedepannya mencapai 15 menit untuk full charging. Waktu ini lebih cepat dibandingkan baterai mobil listrik yang saat ini membutuhkan 1,5 – 2 jam waktu pengisian daya.

Sumber: medcom.id

Tags: AkademisiAmpas KopiBateraiKendaraan Listrikpenelitianuniversitas indonesia
Previous Post

Dorong Minat Industri Kreatif, BRI Dukung Jakarta Content Week

Next Post

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Lagi Korupsi Pengadaan Bebek di Aceh Tenggara

Related Posts

Tim Ekspedisi Patriot UI Bidik Potensi Hayati Teluk Wondama untuk Produk Herbal hingga Kosmetik

by Aininadhirah
11 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kekayaan hayati di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mulai dipetakan untuk melihat peluang pengembangannya menjadi produk bernilai ekonomi....

Penelitian Buktikan Galon Polikarbonat Aman untuk Wadah Air Minum

Penelitian Buktikan Galon Polikarbonat Aman untuk Wadah Air Minum

by Ulfah
16 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Sejumlah penelitian ilmiah membuktikan secara tegas bahwa tidak ditemukan migrasi Bisphenol A (BPA) dari galon guna ulang berbahan...

Warga Aceh Besar Ubah Ampas Kopi Jadi Briket

Warga Aceh Besar Ubah Ampas Kopi Jadi Briket

by Alfath Asmunda
12 Maret 2025
0

MASAKINI.CO - Ampas kopi di tangan warga Gampong Lamkeunung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar bisa mendatangkan pundi rupiah. Dikembangkan lewat...

Next Post
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Lagi Korupsi Pengadaan Bebek di Aceh Tenggara

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Lagi Korupsi Pengadaan Bebek di Aceh Tenggara

Pinjam Uang di Pinjol Pakai Foto KTP, Amankah?

Pinjam Uang di Pinjol Pakai Foto KTP, Amankah?

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co