MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Petugas BRI Penyalur Bansos, Tempuh Daerah Terpencil untuk Salurkan Bantuan

Redaksi by Redaksi
12 Februari 2022
in Nasional
0
Petugas BRI Penyalur Bansos, Tempuh Daerah Terpencil untuk Salurkan Bantuan

Petugas BRI penyalur Bansos salurkan bantuan di daerah terpencil. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bagi Herman Husaleka (28), menjadi pekerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang bertugas menyalurkan bantuan sosial memiliki kepuasan tersendiri. Ia merasa bangga dapat berkontribusi bagi masyarakat di daerah terpencil untuk merasakan bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui bank milik negara.

Herman bergabung ke BRI sejak Juni 2017. Saat itu, ia baru saja selesai menempuh pendidikan S1 Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah, Ternate, Maluku Utara.

RelatedPosts

Komdigi: Kredibilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Media Lokal di Era Digital

Kelahiran Usia Muda Menurun, Perempuan Indonesia Kini Lebih Banyak Melahirkan di Usia Matang

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Rp500 Juta untuk Masjid Aceh Tamiang

Herman mengenang, saat itu ia yang belum mempunyai pekerjaan tetap ditawari oleh seorang kawan yang sudah menjadi Insan BRILian (pekerja BRI) untuk ikut seleksi sebagai petugas penyalur bantuan pemerintah. “Dan Alhamdulillah lolos, sampai sekarang,” ujarnya.

Sejak itu, Herman pun dipercaya untuk menjalankan tugas sebagai penyalur bantuan di BRI Kantor Cabang Pembantu Sula. Wilayah kerja Herman sangat luas karena berupa kepulauan, sehingga tak sedikit pula kendala yang dihadapinya dalam menyalurkan bantuan, salah satunya adalah cuaca buruk.

Jika cuaca sedang tidak mendukung, Herman kesulitan menggunakan transportasi laut, akhirnya penyaluran bantuan harus tertunda. Bahkan, kadang kala ia terpaksa untuk tidak pulang karena harus menginap sambil menunggu cuaca kembali membaik.

“Kalau di laut, tergantung cuaca. Kalau cuaca buruk, saya terpaksa menunggu sampai cuaca bagus. Sampai kadang saya harus menginap,” tuturnya.

Untuk menyalurkan bantuan, ada dua transportasi yang biasa digunakan oleh Herman. Sepeda motor untuk menempuh jalur darat, dan perahu kecil bermesin untuk mobilitas antarpulau.

Selain itu, kendala lainnya adalah jaringan, misalnya Agen BRILink di pulau paling ujung yang harus beberapa kali naik perahu untuk datang ke Sula. “Kartu mengalami disable, PIN terblokir. Kalau sudah begitu, mesti naik perahu dari kampung ke kecamatan. Dari kecamatan, nunggu kapal ke mari. Tiket perahu pulang pergi bisa Rp.500.000,- untuk perbaikan kartu,” ujarnya.

Kendati memiliki banyak tantangan, Herman mengaku sangat menikmati profesinya. “Saya senang bisa menyalurkan bantuan di desa-desa, turun langsung di lapangan, dan melihat kondisi langsung masyarakat. Menyaksikan bagaimana mereka mendapatkan layanan dari kami,” katanya.

Kinerja apik dari Insan BRILian seperti Herman di wilayah-wilayah terpencil pun menjadi energi optimisme tersendiri bagi BRI. Bank terbesar di Indonesia ini akan terus berkomitmen membantu Pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bank milik negara yang menyalurkan bantuan sosial terbesar, hingga akhir Desember 2021 penyaluran Bansos PKH oleh BRI mencapai Rp11 triliun. Selain itu, Bansos Sembako Reguler senilai Rp16,6 triliun, Bansos Sembako PPKM senilai Rp2,4 tiliun dan Bansos penanganan kemiskinan ekstrim senilai Rp236,9 miliar.[]

Tags: bansosBansos Sembakobantuan sosialBBRIBRIPENPenyaluran BansosPKH
Previous Post

Maulana Ridha Resmi Pimpin Ikakum USK Jakarta

Next Post

Program Studi Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry Gelar BSC 2022 untuk Mahasiswa Baru

Related Posts

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

by Aininadhirah
17 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Hidup Asmiati (59) berubah dalam waktu yang nyaris bersamaan. Perempuan yang selama ini dikenal aktif di lingkungan tempat...

1.744 Warga Kecamatan Ulee Kareng Terima Bansos Pangan

1.744 Warga Kecamatan Ulee Kareng Terima Bansos Pangan

by Redaksi
15 April 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 1.744 warga dari sembilan gampong di Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh menerima bantuan sosial (bansos) pangan....

Mualem Minta Dukungan Pusat untuk Pemulihan Pascabencana

by Ulfah
30 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menegaskan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan nyata dari...

Next Post
Program Studi Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry Gelar BSC 2022 untuk Mahasiswa Baru

Program Studi Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry Gelar BSC 2022 untuk Mahasiswa Baru

Gubernur Aceh Tinjau Lokasi Pembibitan Pisang Cavendis di Bener Meriah

Gubernur Aceh Tinjau Lokasi Pembibitan Pisang Cavendis di Bener Meriah

Discussion about this post

CERITA

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co