MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Nelayan Kecil Gigit Jari tak Peroleh BBM Subsidi, DKP Aceh Didesak Bertindak

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
22 September 2022
in Daerah
0
Nelayan Kecil Gigit Jari tak Peroleh BBM Subsidi, DKP Aceh Didesak Bertindak

Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin. (foto: masakini.co/Alfath)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh, mengungkap penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk para nelayan di Aceh, belum tepat sasaran.

Subsidi tersebut hanya dinikmati kelompok nelayan yang melaut menggunakan kapal berukuran besar. Sementara nelayan tradisional yang melaut menggunakan boat tep-tep (kapal kecil), kerab gigit jari tak tersentuh kebijakan tersebut.

RelatedPosts

Modal Gampong Berbuah Panen, Petani Lamgirek Raup Jutaan Rupiah dari Semangka Non Biji

Defisit 500 Ton per Hari, Pemprov Aceh Minta Pusat Turun Tangan Atasi Kelangkaan Semen

Pemkab Aceh Besar Turunkan Pompa Air Cegah Sawah Kekeringan di Lhoknga

Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh untuk mendata nelayan tradisional itu agar bisa memperoleh BBM subsidi.

“Mereka (nelayan kecil) inilah yang paling layak mendapat subsidi. Tapi di lapangan, malah kapal yang menggunakan mesin mobil, yang pergi melaut berminggu-minggu, dengan pendapatan puluhan hingga ratusan juta, yang memperoleh subsidi. Kalau sudah pendapatan sebegitu besar kan, ini sudah industri namanya,” kata Nahrawi, Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, nelayan tradisional boat tep-tep yang biasanya pergi melaut pagi dan pulang pada sore hari dengan penghasilan rata-rata Rp200 sampai Rp500 ribu itu, terabaikan dan tak terlayani untuk memperoleh BBM Subsidi.

Sementara kapal dengan 30 GT (Gross Tonnage) ke atas di Aceh, beber Nahrawi, adalah yang selama ini kerap mendapat untung. Padahal, berdasarkan peraturan, kapal nelayan 30 GT ke atas dilarang menggunakan BBM subsidi.

“Inilah realita di lapangan,” bebernya.

Nahrawi Noerdin berharap DKP Aceh segera mendata dan melakukan registrasi seluruh nelayan tradisional di Aceh, sehingga penyaluran BBM subsidi untuk nelayan tepat sasaran.

“Segera nelayan tradisional diberi rekomendasi untuk menerima BBM subsidi. Sebab mereka yang paling berhak,” pungkasnya.

Tags: BBM SubsidiHiswana Migas AcehNahrawi Noerdinnelayan
Previous Post

Jumlah Tenaga Honorer Membludak! Menpan-RB Sinyalir Adanya Ketidaksesuaian Data

Next Post

Raih WTP 10 Kali Berturut-Turut, Pj Wali Kota Sabang Terima Penghargaan dari Menkeu

Related Posts

Atasi Antrean BBM dan Kelangkaan LPG, Aceh Minta Tambahan Kuota

by Riska Zulfira
21 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyiapkan langkah untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU dan keterbatasan pasokan LPG tabung 3 kilogram...

Harga BBM Nonsubsidi Berpeluang Turun, Pemerintah Tunggu Tren Minyak Dunia

by Ahlul Fikar
21 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jika tren pelemahan harga minyak mentah dunia terus...

Prabowo Perintahkan Percepatan Transisi LPG ke CNG, Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap

by Riska Zulfira
12 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan transisi penggunaan LPG ke gas alam terkompresi (CNG) sebagai langkah memperkuat ketahanan energi...

Next Post
Raih WTP 10 Kali Berturut-Turut, Pj Wali Kota Sabang Terima Penghargaan dari Menkeu

Raih WTP 10 Kali Berturut-Turut, Pj Wali Kota Sabang Terima Penghargaan dari Menkeu

BRI Kolaborasi dengan SMESCO Indonesia Hadirkan Growpreneur

BRI Kolaborasi dengan SMESCO Indonesia Hadirkan Growpreneur

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co