MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Gerak Cepat Cegah Anemia Sejak Dini

Redaksi by Redaksi
11 November 2022
in Daerah
0
Gerak Cepat Cegah Anemia Sejak Dini

Ilustrasi | remaja putri di Aceh konsumsi tablet tambah darah atau TTD. (foto: masakini.co/Putri)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Stunting atau kurang gizi pada anak bukan masalah sepele. Pemicunya bisa terjadi lantaran seorang ibu ketika hamil terkena anemia. Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Aceh, Junaidi, mengatakan anemia pada ibu hamil dapat memunculkan kasus stunting pada anak bayi lima tahun (balita).

Menurut Junaidi, proses kehamilan itu adalah satu kondisi dimana ibu harus mempersiapkan pertumbuhan janin yang sehat.

RelatedPosts

Modal Gampong Berbuah Panen, Petani Lamgirek Raup Jutaan Rupiah dari Semangka Non Biji

Defisit 500 Ton per Hari, Pemprov Aceh Minta Pusat Turun Tangan Atasi Kelangkaan Semen

Pemkab Aceh Besar Turunkan Pompa Air Cegah Sawah Kekeringan di Lhoknga

“Jadi, anemia pada ibu hamil itu dapat memunculkan kasus stunting pada anak balita, itu jelas,” kata Junaidi, Jumat (11/11).

Junaidi mengatakan, janin yang sehat bakal tumbuh apabila sang ibu juga dalam keadaan sehat. Kemudian, asupan gizi ibu cukup dan terawat bagus, serta tidak mengalami anemia.

“Sebab, sang anak dalam kandungan itu membutuhkan makanan yang cukup dari ibu,” ujarnya.

Jika ibu tersebut anemia, kata Junaidi, tentu konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)-nya kurang, protein dan vitamin mineral juga kurang, sehingga ibu hamil ini tidak mampu memenuhi kebutuhan janinnya. Sebab, ungkapnya, semua zat gizi itu butuh untuk hormon pertumbuhan kepada janin.

“Jika tidak terpenuhi maka lahirlah anak-anak yang Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dari ibu anemia tadi,” bebernya.

Selain berat badan lahir rendah, sebut Junaidi, anak juga mengalami panjang badan di bawah normal. Hal inilah yang menjadi cikal bakal anak stunting.

Anak dengan berat badan lahir rendah dan panjang badan lahir di bawah normal sangat mudah sakit.

“Pertumbuhannya terhambat. Ini akan menjadi stunting ke depan,” jelasnya.

Menurut Ketua Persagi Aceh itu, tingginya angka stunting di tanah Serambi Mekkah juga berkorelasi terhadap tingginya kasus anemia pada ibu hamil.

Sebenarnya, dalam proses mencegah stunting, ada sebuah tindakan yang bisa dilakukan yakni dengan memverifikasi calon pengantin. Perlu dipastikan mereka tak mengalami anemia dan kurang energi kronik atau KEK.

“Perlu diedukasi dulu calon pengantin, sehingga ketika hamil dia siap mengelola kehamilannya dengan baik, tidak akan muncul bayi BBLR dan panjang badan di bawah normal. Sehingga tidak terjadi kasus stunting baru lagi di Aceh,” tuturnya.

Junaidi berharap, pencegahan anemia dan stunting perlu ditekankan kepada semua pihak untuk melakukan aksi yang cepat, tepat, dan terarah kepada sasaran-sasaran yang dapat menyebabkan persoalan gizi anak di kemudian hari tersebut.

“Stunting di Aceh saat ini hampir 33,2 persen yang melebihi angka nasional. Sementara target kita 2024 itu adalah sebesar 14 persen stunting, dan KEK di Aceh juga masih tinggi 14,5 persen sekarang. Ini masih banyak persoalan-persoalan gizi di Aceh yang perlu kita tangani,” pungkasnya.

Tags: anakAnemiaDinkes AcehKurang GiziRemaja PutriStunting
Previous Post

Bunda PAUD Aceh Ajak Ayah Terlibat Aktif Asuh Anak

Next Post

Bersama ASN, Pj Wali Kota Sabang Bersihkan Objek Wisata Taman Pantai Kasih

Related Posts

Cegah Penyakit Bawaan, Jemaah Haji Aceh Dipantau 14 Hari Setelah Pulang

by Riska Zulfira
15 Juni 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh menyiagakan sistem pemantauan kesehatan selama 14 hari bagi jemaah haji yang kembali ke Tanah Air....

Presiden Yakin MBG Akan Berhasil dan Gerakkan Ekonomi Desa

by Ahlul Fikar
4 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berhasil dan memberikan dampak besar, tidak...

Menteri Wihaji Tinjau Dapur MBG di Aceh Tenggara, Fokus Cegah Stunting

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, turun langsung meninjau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulonas...

Next Post

Bersama ASN, Pj Wali Kota Sabang Bersihkan Objek Wisata Taman Pantai Kasih

Integrasikan 25 Juta Data, Holding Ultra Mikro Jangkau Nasabah dengan Sentuhan Digitalisasi

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co